Yamaha NMax

Sadana Agung, Pemain Preman Pensiun yang Berdarah Jawa

  Sabtu, 12 Januari 2019   Fathia Uqimul Haq
Sadana Agung.(Twitter)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Hampir seluruh pemain film Preman Pensiun berasal dari Jawa Barat. Namun, Sadana Agung yang berperan sebagai Rendy merupakan satu-satunya aktor yang berasal dari Salatiga. 

Hal tersebut mempengaruhi adaptasi saat ia harus berbaur dengan para pemain berdarah Sunda. 

"Kalau sudah ngobrol, ya eta eta, leho goreng, tiba-tiba si eneng, akang-akangnya lagi ngobrol, tiba - tiba si eneng ketawa, apaan neng?" katanya sambil memperagakan pengalaman syuting, Sabtu (12/1/2019). 

Sedikit banyak Sadana mulai memahami Bahasa Sunda meski sedikit dijahili oleh para pemain. Namun, para aktor tetap mengayominya dengan baik. 

"Cuman yah sedikit banyak ada lah. Ada yang mengerti sedikit tapi enggak dikerjain banget. Baik - baik soalnya," ujarnya. 

Hal tersebut juga   berpengaruh terkait logat dan bahasa yang  digunakan saat bermain peran. Oleh sebab itu, ia sering bertanya pada lawan mainnya, Safira supaya bisa bercakap dengan logat yang pas. 

"Tapi sama Om Aris enggak dipaksakan. Artinya oke kamu enggak perlu Sunda sekali, kamu boleh anak luar bandung yang lama kuliah di Bandung kayak apa sih. Jadi logatnya tetep terpengaruh enggak usah dipaksakan," ucap Sadana. 

Meski telah beberapa kali bermain film, Preman Pensiun menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Karena dia bisa  bertemu dengan orang-orang yang  mengaku bukan seorang artis padahal telah lama dikenal oleh masyarakat akibat serial televisi Preman Pensiun yang selalu mendapat rating tertinggi. 

"Jadi ini enggak ngartis sama sekali dan ini semuanya enggam ada fakenya. Tapi bukan dalam artian bahwa semuanya (artis) berbohong. Tapi ini semuanya lugu bener- bener lugu. Apa adanya semuanya, enggak mikir muluk-muluk, kekeluargaanya kenceng banget," jelas standup comedian itu. 

Menurutnya, film Preman Pensiun memiliki jalan cerita yang kuat, unik, dan berkarakter. Bahkan, Sadana sempat menangis ketika membaca skrip yang disodorkan saat proses reading. 

"Waktu dulu awal reading, itu saya baca keseluruhan, itu sempet terharu di dua titik, ini tulisannya bagus banget membayangkan filmnya, ternyata bagus banget," tuturnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar