Yamaha Aerox

Angka Perceraian di Kota Bogor Turun

  Sabtu, 12 Januari 2019   Husnul Khatimah
Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Bogor. (Husnul Khatimah/Ayobandung).

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Ketua Pengadilan Agama Kota Bogor, Sirajuddin Sailellah mengatakan dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini angka perceraian di Kota Bogor mengalami penurunan signifikan.

Fakta tersebut, cukup menggembirakan sebab sebelumnya Kota Bogor belum pernah mengalami penurunan tingkat perceraian. Bahkan cenderung mengalami kenaikan.

“Di 2018 ada sebanyak 2.040 perkara perceraian. 1600 perkara di antaranya merupakan kasus cerai gugat. Jika dibandingkan tahun sebelumnya ada sebanyak 2.500 perkara cerai di Kota Bogor. Artinya, ada penurunan sekitar 460 kasus,” ujar Sirajuddin, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, perceraian terbagi menjadi dua jenis, yakni cerai gugat dan cerai talak. Saat ini, tingkat cerai gugat di Kota Bogor mengalami penurunan.

“Itu artinya tingkat pengaduan ibu-ibu semakin berkurang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk di daerah lain, trennya kian meningkat setiap tahunnya. Hari ini kita hanya selisih 23 perkara jika membandingkan dengan dengan daerah lain. Dengan padatnya penduduk di Kota Bogor, saya berharap angka perceraian bisa semakin berkurang,” harapnya.

Meski demikian, Sirajuddin tidak mengetahui indikator penyebab angka perceraian di Kota Bogor menurun. Menurutnya, entah disebabkan oleh program Sekolah Ibu atau mungkin hal lain yang membuat angka percerain bisa menurun.

“Indikatornya juga saya belum tahu pasti, apa yang bisa menyebabkan jumlah angka perceraian di Kota Bogor ini menurun. Tapi yang jelas menurun, apa itu gara-gara program sekolah ibu atau bukan, saya belum tahu,” terangnya.

Ditemui terpisah, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan kabar gembira ini semoga bisa terus dipertahankan. Sehingga, di berharap komunikasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Pengadilan Agama Kelas 1A Bogor ini bisa terus terjalin dan bersinergi.

“Saya ingin Pemerintah dan Pengadilan dapat bersinergi dan berkolaborasi guna membangun kota yang ramah bagi keluarga dengan tujuan tingkat perceraian yang rendah serta setiap anggota keluarga dapat berkumpul harmonis selamanya,” pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar