Yamaha NMax

Warga Tasik Ini Sulap Besi Bekas Jadi Mobil 'Royal Wedding Inggris'

  Sabtu, 12 Januari 2019   Irpan Wahab
Seorang warga asal Kampung Babakan, Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Ayi Suganda (44) menciptakan mobil antik layaknya kendaraan Royal Wedding kerajaan Inggris

TASIK, AYOBANDUNG.COM--Seorang warga asal Kampung Babakan, Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Ayi Suganda (44) menciptakan mobil antik layaknya kendaraan Royal Wedding kerajaan Inggris. Kendaraan antik itu dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan besi sisa pagar dan kanopi.

Pembuatan mobil mini dari barang-barang bekas ini setidaknya memakan waktu lima bulan.

Hal itu karena dikerjakan tidak setiap hari dan hanya dibuat di sela-sela libur kerja serta tergantung dari bahan baku yang ada dan disesuaikan kebutuhan dari kendaraannya.

"Kalau lama pekerjaan mungkin lima bulan, karena memang tidak setiap hari. Jika santai atau ada bahan yang cocok, maka baru kita lanjut kerjakan," kata Ayi, ketika ditemui di rumahnya Sabtu (12/1/2019).

Onderdil yang dipakai merakit kendaraan antik ini kebanyakan bekas sepeda motor, sepeda angin, hingga besi tua bekas Vespa.

Seperti rem cakram belakang dari sepeda motor matic, rem tangan dari bekas rem sepeda, hingga perseneling gigi bekas gagang pintu. Ada pula per kaki-kaki bekas mobil Jeep Willys. Semua dirangkai sedemikian rupa hingga mirip mobil antik.

Sedangkan bagian mesin, Ayi memanfatkan mesin kompresor bekas tempat pencucian sepeda motor. Meski begitu mesin kendaraan ini layaknya mesin mobil matic. Sebab ada pengaturan gigi maju, netral, dan muncur.

Meski hanya mampu menampung satu orang penumpang dan sopir, akan tetapi ketika di jalanan mendatar nyatanya mampu pula mengangkut hingga delapan orang anak-anak.

"Kalau untuk idenya, saya lihat di Youtube. Melihat mobil antik bekas Kerajaan Inggris," jelas Ayi.

Sementara itu Kepala Desa Jayaratu, Idad Abdul Rosad, mengatakan sangat bangga dan mengapresiasi hasil karya warganya.

Sebab selain hal ini menjadi penyalur kreativitas juga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

Ke depannya diharapkan, kreasi-kreasi lain bisa dimunculkan baik oleh Ayi maupun warga lain di desanya.

"Memang baru pertama kali ada yang seperti ini di desa kami. Semoga menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk berkreasi," kata Idad.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar