Yamaha NMax

Grand Hotel Lembang Terancam Ditutup

  Jumat, 11 Januari 2019   Dadi Haryadi
Petugas memasang spanduk peringatan/teguran kepada penunggak pajak daerah, Jumat (11/1/2019). (Dok Humas Pemkab Bandng Barat)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Karena telah melakukan tunggakan pajak sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan menyegel dan menghentikan operasional Grand Hotel Lembang jika dalam tenggang waktu yang telah ditentukan tidak ada itikad baik dari pihak management untuk melunasinya.

Tak tanggung-tanggung, tunggakan pajak Grand Hotel Lembang mencapai Rp1,9 miliar yang tidak disetorkan sejak 2015 silam.

AYO BACA : Okupansi Menurun, Hotel di Lembang Kian Menjerit

"Kami sudah memberikan teguran tertulis, mulai dari teguran pertama, kedua dan ketiga, namun tidak pernah digubris. Oleh karena itu, kami langsung memberikan peringatan berupa pemasangan baligo yang bertuliskan bahwa wajib Pajak tersebut menunggak pajak daerah," terang Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bandung Barat, Hassanudin di Lembang, Jumat (11/1/2019).

Jadi, menurutnya sangat memungkinkan pemda melakukan penyegelan dan penghentian operasional Grand Hotel Lembang jika tidak hingga 7 hari kedepan tidak ada itikad baik untuk membayarkan tunggakan pajak tersebut.

AYO BACA : Hotel dan Restoran di Bandung Barat Banyak Mengemplang Pajak

Bahkan, per hari Jumat ini Hasan mengatakan bahwa pihaknya akan menyetorkan nama-nama hotel mana saja yang masih memiliki tunggakan pajak untuk ditindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karena menunggak pajak tanpa ada itikad baik untuk menyelesaikannya sudah termasuk tindakan kriminal," ujarnya.

Untuk tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan capaian pajak hotel sebesar Rp24 miliar. 

Untuk mencapai target tersebut, BPKD terus mensosialisasikan permasalahan pajak ini kepada para pengusaha hotel melalui berbagai media, termasuk dalam bentuk surat edaran tertulis.

"Tingkat kesadaran para pengelola hotel baru mencapai 75% dalam membayar pajak. Karena pada kenyataannya masih ada pengusaha yang tidak terbuka dalam melaporkan nilai setiap transaksi yang dilakukan," pungkasnya.

AYO BACA : Bagi Pengemplang, Kanwil Dirjen Pajak I Jabar Siapkan Sel di Nusakambangan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar