Yamaha NMax

Lopicic Harus Mampu Menjawab Keraguan Bobotoh

  Jumat, 11 Januari 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Srdjan Lopicic. (boneofc.id).

REGOL, AYOBANDUNG.COM--Pengamat sepak bola sekaligus perwakilan bobotoh, Eko Noer Kristiyanto atau akrab disapa Eko Maung mengaku cukup kecewa dengan perekrutan pemain asing Srdjan Lopicic yang dianggapnya terlalu tua. Terlebih dengan melihat rekam jejaknya di musim sebelumnya saat membela Borneo FC di Liga 1 2018. 

Di musim lalu, penampilan Lopicic bersama Borneo FC memang tak bisa dikatakan jelek-jelek amat. Dia kerap menjadi pilihan, baik di era pelatih Iwan Setiawan maupun Dejan Antonic. Total 18 kali Lopicic dimainkan dengan torehan 3 gol. Namun performanya yang tidak sekonsisten beberapa tahun lalu membuat Lopicic harus kehilangan tempat di skuat Borneo FC pada pertengahan Liga 1 musim 2018. 

Alhasil Lopicic dinilai sudah kadaluarsa, dengan usianya yang menginjak 35 tahun. Begitu juga dengan nasibnya di Indonesia. Ia juga dicap bobotoh sebagai pemain buangan setelah dicoret dari dua tim yang ia bela sebelumnya, Arema FC dan Borneo FC. 

Lopicic diketahui menganggur setengah musim sebelum kemudian Persib merekrutnya di awal tahun 2019 ini. Sehingga dengan catatan statistiknya musim lalu, tak ada yang istimewa dari pemain yang sempat membela Persiba Balikpapan pada musim 2017 lalu.

"Kalau boleh jujur sebenernya, pengganti Lopicic banyak, tapi saya gak mau nyebut nama, yang jelas banyak," ungkap Eko saat berbincang dengan Ayobandung.com, Jumat (11/1/2019).

Namun kata Eko, bila manajemen Persib kadung sudah resmi mengikat Lopicic, dia hanya meminta pemain yang pernah membela 15 klub berbeda itu, mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai predator haus gol. Sebab, bobotoh tak memiliki kapasitas dan daya tawar untuk menolak keputusan tersebut.

"Kalau pun menolak, bobotoh ini kan koar-koar doang sebetulnya daya tawarnya gak ada. Karena nanti pun keputusan manajemen ya tetap berjalan seperti itu. Mau jutaan bobotoh ngomong A, tapi manajemen inginnya B, ya bakal jadi B," lanjutnya.

Meski demikian, Eko mengajak bobotoh untuk menunggu bagaimana pembuktian dari Lopicic daripada membuat aksi penolakan berlebihan. Apalagi dengan kondisi ini, Eko menyebut bobotoh lebih baik memberi dukungan untuk performa Lopicic di skuat anyarnya ini.

"Membuat alasan tidak nyaman itu wajar tapi kalau untuk aksi-aksi berlebihan sampai kekeuh mau nolak ya itu juga bobotoh harus tahu diri, karena bukan ranahnya kita lagi," lanjut Eko.

Meski begitu, Eko pun berharap dengan bergabungnya Lopicic tidak menjadi pembelian yang gagal bagi Persib. Terutama hal ini menyangkut reputasi Miljan Radovic sebagai pelatih.  Lantaran, dengan tradisi yang telah tumbuh di Bandung sejak dulu, lanjut Eko, bukan mustahil bobotoh akan berteriak lebih gaduh lagi jika performa Persib merosot di musim 2019.

"Paling kalau enggak (produktif) nanti bobotoh akan masuk akal ngebuat aksi yang lebih gede kalau nanti apa yang dikatakan bobotoh itu kejadian. Misal kayak Persibnya terpuruk dan sebagainya. Nah itu baru bisa buat aksi masal atau apa, kalau sekarang jangan lah ngapain kalau sekarang mah," pungkas Eko.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar