Yamaha NMax

KNTI: Isu Maritim Harus Jadi Tema Tersendiri dalam Debat Capres 2019

  Jumat, 11 Januari 2019   M. Naufal Hafiz
Ilustrasi maritim. (Istimewa)

“Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa Kebesaran, Kejayaan, Kesentausaan dan Kemakmuran negara kita hanya dapat dicapai apabila kita menguasai lautan,” ungkap Ir. Soekarno, 6 Oktober 1966 di atas geladak RI Tjandrasa.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia menilai penting agar isu kemaritiman menjadi tema tersendiri dalam debat calon presiden. Hal ini mengingat posisi laut dan berbagai sumber daya yang terkandungnya secara ekonomi, sosial, budaya dan politik serta pertahanan dan keamanan adalah masa depan bangsa. Selama 73 tahun Indonesia berdiri, kita bersepakat bahwa negara ini adalah bangsa kepulauan yang dikelilingi lautan sebagai penghubung.

AYO BACA : BNPB: Indonesia Perlu Teknologi Baru Peringatan Dini Tsunami Bawah Laut

Debat Capres sebagai ajang penyampaian gagasan, visi, misi, dan program kerja capres ke depannya jika terpilih nanti, merupakan ajang penilaian publik terhadap pola pikir kandidat pemimpin negara tersebut. Dalam Debat Capres kita dapat menilai ke mana kelak orientasi pembangunan pada masa pemerintahnya. Karenanya, Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilu 2019 harus memasukkan isu kemaritiman dalam tema debat.

Dalam empat tahun terakhir, pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden Jokowi sebagai Capres nomor urut 01 mengusung visi utama Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Alangkah baiknya, jika debat capres ini menjadi sarana pasangan Capres petahana memaparkan capaian kinerja masa pemerintahannya serta mengenalkan program lanjutannya dalam bidang kemaritiman.

AYO BACA : Nelayan Berhenti Melaut Sejak Tsunami

Kemudian, dari pasangan Prabowo Subianto sebagai Capres nomor urut 02 dapat menjadikan debat capres ini sebagai evaluasi kinerja petahana sekaligus mengenalkan visi, misi, dan program kemaritiman yang harusnya dapat lebih baik. Dengan begitu, perdebatan besar gagasan kemaritiman Indonesia dapat membuahkan arah gerak besar negara kelautan dan kepulauan Republik Indonesia yang lebih baik.

Isu kemaritiman termasuk di dalamnya perikanan, kelautan, kepulauan, perhubungan laut, bahkan termasuk geopolitik regional dan internasional. Di sisi lain, Indonesia adalah pemilik dari negara dengan garis pantai terpanjang, jumlah pulau terbanyak serta laut yang luas dibandingkan daratan.

Oleh karena itu, pola pembangunan sudah sepatutnya yang berorietasi kepada kemaritiman sebagai pijakan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Jangan sampai beda pemimpin beda pijakan pembangunanya, karena hal ini dapat memperlambat Indonesia untuk maju. Adapun cara pencapainnya boleh berbeda, sesuai dengan gaya kepemimpinan masing-masing.

Masih ada waktu KPU untuk memutuskan dan memasukkan tema kemaritiman sebagai agenda tersendiri dalam debat capres, agar debat capres ini sesuai dengan kepribadian bangsa yang memiliki sejarah panjang kejayaan maritim. Saat itu, pemimpinya memiliki orientasi pembangunan pada sektor kemaritiman, sehingga dalam masa kepemimpinannya pola pembangunan tidak kalang kabut, karena memiliki pijakan yang sesuai dengan karakteristik bangsa dan negaranya.

Hendra Wiguna

AYO BACA : Ilmuwan Ungkap Monster Laut yang Hidup 200 Juta Tahun Lalu

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar