Yamaha NMax

Kota Antihoaks

  Rabu, 09 Januari 2019   M. Naufal Hafiz
Ilustrasi hoaks. (Pixabay)

Pada Minggu 6 Januari 2019 di Kota Bandung kurang lebih ada tiga tempat yang dijadikan sebagai kegiatan deklarasi antihoaks, yang pada tahun-tahun sebelumnya, deklarasi antihoaks pun dilakukan di beberapa tempat di Kota Bandung. Mulai dari kalangan praktisi, akademisi, mahasiswa, siswa, dan masyarakat umum mendeklarasikan perang melawan hoaks.

Tidak hanya di Kota Bandung, deklarasi antihoaks pun ternyata beberapa tahun lalu sudah dilakukan di luar Kota Bandung. Dengan beragam bentuk acara, gaung antihoaks sudah menjalar di berbagai wilayah di Indonesia. Masyarakat pun semakin akrab dengan istilah hoaks.

Banyaknya daerah yang melakukan deklarasi antihoaks menandakan bahwa hoaks semakin hari semakin mempersulit dan menyusahkan. Beberapa selebritis dan politisi yang sakit pernah menjadi korban hoaks, seperti Miftah Farid, B.J. Habibie, Arifin Ilham, dan beberapa nama lainnya yang dikabarkan meninggal ketika sakit dan sedang dirawat di rumah sakit, namun kemudian ada klarifikasi dari pihak keluarga.

Tentu saja orang dan keluarga yang pernah menjadi korban hoaks kesal dibuatnya. Tidak hanya orang, lembaga-lembaga tertentu pun pernah dibuat geram. Terakhir ada kabar tsunami susulan di pantai pantura, kemudian di Pangandaran ada tsunami, yang kemudian dijelaskan pihak terkait bahwa informasi tersebut tidak benar. Sesaat informasi hoaks ini menimbulkan kepanikan, menurunnya jumlah pengunjung ke Pangandaran dan merugikan secara material.

AYO BACA : Reuni, Jurnalistik UIN Bandung Deklarasi Lawan Hoaks

Negara pun semakin berat tugas dan bebannya karena semakin liar dan meningkatnya jumlah hoaks. Kalau dicari di mesin pencari, kata “hoaks” bisa jadi paling tinggi dibanding kata lain, seperti teroris dan korupsi yang beberapa tahun terakhir menjadi tranding topic di dunia sosial.

Beberapa kali negara mengumumkan keberhasilannya menangkap dan memperkarakan orang yang membuat dan menyebarkan hoaks, namun tetap muncul hoaks-hoaks lainnya. Baik hoaks bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Khusus bidang politik, hoaks pun bisa dikatakan berlipat. Mulai dari hoaks tentang PKI, banyaknya warga negara Tiongkok yang tinggal di pelosok-pelosok negara Indonesia, surat suara yang sudah dicoblos, dan masih banyak lagi hoaks lainnya yang benar-benar meresahkan dan membingungkan masyarakat.

Teroris beberapa tahun yang lalu merupakan kata yang paling populer dan ditakuti oleh masyarakat. Masyarakat dibuat tidak nyaman ketika melakukan aktivitas karena takut ancaman bom yang setiap saat meredang nyawa siapa pun. Tetapi saat ini rupanya hoaks mampu mengalahkan keangkeran kata teoris, bahkan hoaks pun lebih radikal dibanding teroris. Karena orang cenderung khawatir dan takut dengan informasi yang bohong atau hoaks.

Pelakunya begitu rapi dan latent, dan sangat susah membedakan mana hoaks dan bukan. Tidak hanya orang biasa, orang berpendidikan tinggi pun terkadang terbuai dengan hoaks. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang menjadi pembuat dan penyebar hoaks. Misalnya membuat tulisan dengan tujuan mengkritik tetapi sumber rujukannya menyajikan data dan fakta yang fiktif, maka ini bisa menjadi masalah besar kalau dipublikasikan dan dikonsumsi pembaca.  

AYO BACA : 28 Komunitas se-Kota Bandung Deklarasi Anti-Hoaks di CFD Dago

Ditopang dengan media sosial yang serbabebas tanpa batas, tidak memungkiri lahir dan berkembang biaknya hoaks seperti jamur di musim hujan. Kemampuan orang menggunakan media sosial dengan topang perangkat teknologi komunikasi canggih, membuat hoaks sulit dibasmi. Meskipun sudah diimplementasikannya UU ITE, tetapi orang masih buta dengan informasi UU ITE.

Menjelang Pilpres informasi hoaks ini diprediksi meningkat jumlahnya, dengan tujuan menghantam lawan politiknya agar mendapat penilaian negatif dari konstituen. Namun, ada juga hoaks yang sifatnya hiburan. Plesetan dari foto, poster, dan teks.

Kota bandung merupakan salah satu kota yang sering kali menjadi destinasi wisata dari luar daerah untuk berlibur, bertamasya, menenangkan diri. Kalau seandainya terlalu banyak hoaks tentang kota bandung dan sekitarnya bisa menjadi sesuatu yang bermasalah, dan menjadi pekerjaan rumah setiap pejabat dan warga Bandung.

Bandung yang identik sebagai kota yang sejuk, nyaman, dan tentram, harus benar-benar dijaga title tersebut dengan warganya tidak membuat dan menyebarkan hoaks apa pun. Karena hoaks merupakan salah satu masalah krusial di era milenial di negeri bebas informasi ini. Lebih baik bersabar ketika menerima informasi yang kontroversi, dan sekiranya bisa merusak tatanan kehidupan masyarakat, sebaiknya jangan di-share. Inilah salah satu upaya bijak dalam mengendalikan pertumbuhan hoaks di sekitar kita. 

Encep Dulwahab

Pengajar Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung.

AYO BACA : Banyak Alumni UIN Jadi Jurnalis, Uu Yakin Bisa Perangi Hoaks

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar