Yamaha Lexi

Kecanduan Selfie, Ciri Anda Terkena Gangguan Mental Ini

  Rabu, 09 Januari 2019   M. Naufal Hafiz
Ilustrasi kecanduan selfie, ciri Anda terkena gangguan mental ini. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Kamera ponsel terus menunjang orang-orang mengabadikan momen, termasuk selfie. Di sisi lain, kecanduan selfie ternyata termasuk gangguan mental selfitis.

Selfitis adalah kondisi mental yang membuat seseorang merasa terdorong untuk mengambil swafoto terus-menerus dan mengeksposnya di media sosial.

Istilah ini mulai dikenal sejak 2014 untuk menggambarkan perilaku obsesif seseorang pada selfie.

AYO BACA : Tips Selfie Jika Anda Pergi Sendirian

Seperti dikutip dari The Telegraph, Rabu (9/1/2019), para peneliti dari Nottingham Trent University dan Thiagarajar School of Management meneliti mengenai selfitis dan menemukan enam faktor penyebabnya.

Mereka yang mengidap selfitis umumnya berusaha untuk meningkatkan kepercayaan diri, mencari perhatian, memperbaiki mood, membuat kenangan, menyatu dengan kelompok sosialnya, dan bersikap kompetitif.

Para peneliti bahkan mengembangkan skala perilaku selfitis untuk mengukur seberapa buruk seseorang mengidap gangguan mental tersebut. Skala yang memiliki nilai satu hingga 100 tersebut dibuat berdasarkan focus grup dari 200 orang di India.

AYO BACA : 7 Rekomendasi Tempat Wisata Kece di Bandung untuk Liburan Tahun Baru

Para partisipan diminta mengisi dan memberikan nilai pada kuesioner. Beberapa pernyataan tersebut yaitu apakah mereka merasa lebih baik, percaya diri, mendapat perhatian dari orang banyak, dan merasa diterima oleh kelompoknya saat melakukan swafoto.

Penelitian ini dikembangkan di India karena menjadi negara dengan pengguna Facebook dan jumlah kematian akibat selfie yang tinggi.

“Kami mengonfirmasi bahwa selfitis termasuk gangguan mental. Dan skala perilaku selfitis dibuat agar kita bisa menyadari ciri-cirinya,” kata Profesor Mark Griffiths, ahli perilaku kecanduan dari Nottingham Trent University.

Janarthanan Balakrishnan, rekan peneliti dari Profesor Mark, menambahkan, “Mereka yang memiliki kondisi kurang percaya diri dan berusaha menyesuaikan diri dengan orang-orang di sekitar mereka, mungkin menampilkan gejala serupa,” katanya.

Ke depannya, para peneliti berharap akan ada studi lanjutan untuk lebih memahami penyebab seseorang mengalami selfitis. Selain itu, menemukan cara untuk mencegahnya.

AYO BACA : Rabbit Town, Spot Baru Pemburu Swafoto di Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar