Yamaha NMax

Dunia Tanpa Pohon bak Manusia yang Tak Berparu-paru

  Rabu, 09 Januari 2019   M. Naufal Hafiz
Ilustrasi dunia tanpa pohon bak manusia yang tak berparu-paru. (Pixabay)

Pernahkah kalian membayangkan dunia tanpa pohon? Udara menjadi kotor, kekeringan di mana-mana, tidak akan ada produk yang berasal dari pohon, dan lain sebagainya. Semua orang akan mengandalkan teknologi yang tentunya memiliki batasan dan membutuhkan sumber daya.

Pohon adalah faktor penting bagi manusia. Bukan hanya karena menghasilkan produk-produk, tetapi pepohonan memberikan peranan penting dalam siklus karbon dan oksigen. Belum lagi populasi manusia yang terus meningkat menjadikan sumber daya yang berasal dari pepohonan berperan besar bagi kehidupan.

Namun, tidak sedikit pepohonan di dunia yang ditebang dengan berbagai macam alasan. Untuk keperluan bahan produk, hiasan, hingga penebangan yang dilakukan untuk pembangungan gedung-gedung. Lantas, bagaimana jika penebangan terus dilakukan tanpa adaya penanaman kembali?

Pada tahun 2012, perusahaan film Amerika Serikat, Universal Pictures, membuat film The Lorax, film animasi yang diangkat dari buku cerita karya Dr.Seuss.

AYO BACA : Menikmati Keindahan Alam di Situ Cisanti

Dalam film tersebut diceritakan keadaan dunia tanpa pohon. Orang-orang harus membeli udara bersih, menggunakan pohon tiruan yang digunakan untuk hiasan, tidak ada tanah, dan sebagainya. Hal itu terjadi karena pada zaman sebelumnya pohon terlalu sering ditebas hingga habis tanpa ditanam kembali.

Ya, seperti itulah dunia kita jika pohon terus-menerus di tebang tanpa adanya penanaman kembali. Tentu tidak ada manusia yang ingin merasakannya, bukan?

Hari Gerakan Sejuta Pohon

Bulan Januari adalah bulan pembuka tahun. Salah satu hal yang baik untuk membuka tahun yang baru adalah Gerakan Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati setiap 10 Januari. Gerakan tersebut memiliki tujuan mewujudkan lingkungan yang sehat, asri, dan sejuk.

AYO BACA : Manisnya Lahang, Minuman Eksotis Sarat Khasiat

Melakukan gerakan penanaman pohon diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan pemanasan global yang terjadi saat ini, terutama di kota-kota besar. Suhu udara yang dirasakan sudah semakin panas karena pepohonan di kota sedikit demi sedikit tergantikan oleh gedung-gedung besar.

Seperti namanya, Gerakan Sejuta Pohon ini dirayakan dengan penanaman pohon di berbagai tempat. Tidak hanya itu, untuk merayakan hari tersebut bisa juga diadakan beberapa kegiatan lainnya seperti seminar, pembagian bibit, dan lain-lain.

Gerakan tersebut sudah rutin dilakukan setiap tahunnya. Namun, tidak sedikit masyarakat yang tidak merayakan hari tersebut dengan berbagai alasan.

Seharusnya Gerakan Sejuta Pohon dapat dirayakan oleh semua orang. Tidak harus dengan melakukan kegiatan besar-besaran. Cukup ikut berpastisipasi dengan melakukan penanaman pohon di halaman rumah serta memastikan bahwa pohon yang kita tanam terawat dan tumbuh dengan baik.

Pohon adalah paru-paru dunia. Jika dunia tanpa paru-paru, bisa bayangkan manusia tanpa paru-paru juga? Bisakah kita hidup? Ingat, bukan pohon yang butuh kita, namun kita yang membutuhkan pohon. Mari selamatkan bumi dengan menanam pohon untuk masa depan yang lebih baik.

Devana Pavitra Kinta

Mahasiswi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

AYO BACA : Bandung Pisan: Cinta Lingkungan, Kota Bandung Tanam Pohon dan Sebar Benih Ikan

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar