Yamaha Aerox

Start-Up Bandung, Wadah Berbagi Inovator Muda Kota Bandung

  Selasa, 08 Januari 2019   Nur Khansa Ranawati
Koordinator Start-Up Bandung sekaligus CEO EverID, Muhammad Adji Santika

CIMENYAN, AYOBANDUNG.COM--Perusahaan start-up atau perusahaan rintisan belakangan ini tengah menjadi tren wirausaha baru, terutama di kalangan anak muda. Kota Bandung menjadi salah satu kota yang banyak melahirkan perusahaan start-up di Indonesia, dan beberapa di antaranya bahkan telah sukses menjalin kerja sama internasional.

Sejumlah start-up asal Kota Kembang bahkan sempat diberi titel sebagai start-up unik yang telah memiliki banyak peran di tingkat lokal maupun global versi Tech in Asia, meliputi e-Fishery, DycodeX, GeekHunter, Inagri, dan Mycotech. Jenis bisnisnya pun beragam, mulai dari bidang perikanan, pertanian, hingga IT.

Kendati demikian, tidak mudah untuk dapat mendirikan start-up yang mampu konsisten bertahan juga menghasilkan laba. Untuk itu, membangun ekosistem start-up yang sehat dengan masing-masing pelaku start-up dapat saling berbagi pengalaman dan saling bertukar pikiran menjadi hal yang penting.

AYO BACA : BLOCK71, Wadah Kolaborasi Start-Up Indonesia-Singapura

Didasari hal tersebut, CEO EverID Muhammad Adji Santika berpikir untuk membuat sebuah wadah yang dapat menjadi sarana berkumpulnya para pendiri dan pelaku start-up di Kota Bandung sebagai tempat berbagi pengalaman. Empat tahun lalu, komunitas Start-up Bandung kemudian berdiri.

"Sebenarnya sudah berdiri dari Januari 2014, tapi baru mulai jalan di Juli-Agustus 2014. Waktu itu awalnya diinisiasi tiga orang, kita merasa start-up butuh komunitas untuk curhat, karena founder tuh butuh curhat," ungkapnya pada Ayobandung.com, Rabu (8/1/2019).

Dia yang saat ini berperan sebagai koordinator Start-up Bandung awalnya sempat pesimistis akan antusiasme pegiat start-up di Kota Bandung untuk mengikuti "sesi curhat" tersebut. Mereka kemudian membuat undangan kecil-kecilan pada sejumlah pendiri Start-up Bandung.

AYO BACA : Indonesia Start-Up Look 2019 : Ajang Refleksi dan Silaturahmi Start-up Bandung

"Kita bikin invitation kecil-kecilan dan pesimis, yang dateng paling hanya 5-6 start-up. Ternyata saat itu yang datang ada sampai 14 orang," kenangnya.

Dari sanalah kemudian sesi berbagi antar-founder start-up berlangsung secara berkala. Beberapa bulan kemudian, Start-up Bandung merasa perlu memperluas jangkauan dan mulai membuka diri pada start-up lainnya. Anggota bertambah menjadi 48, kemudian terus berkembang hingga terakhir tercatat memiliki 200-an anggota per 2018.

"Anggotanya naik turun sih, karena bisnis kan memang kondisinya naik-turun. Tapi kita stabil di 200-an orang," jelasnya.

Dia mengatakan, ke-200 start-up yang menjadi anggota Start-up Bandung memiliki kesamaan jenis bisnis, yakni yang menggunakan teknologi digital sebagai salah satu poin utama dalam menjalankan bisnis masing-masing. Dari sanalah, sejak 1,5 tahun lalu, mereka kemudian mulai menginisiasi pertemuan dengan konsep talkshow yang dapat dihadiri oleh khalayak yang lebih luas. 

AYO BACA : Kesalahan yang Sering Dilakukan Start-Up Pemula

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar