Yamaha NMax

Cianjur dan Pariwisata

  Selasa, 08 Januari 2019   M. Naufal Hafiz
Curug Citambur, salah satu tempat pariwisata di Cianjur. (Instagram rizal_padilah)

Sebagai salah satu penyokong pendapatan daerah yang cukup besar, upaya yang sungguh-sungguh untuk semakin lebih mengembangkan dan meningkatkan sektor pariwisata harus segera dijalankan. Penyediaan dan penambahan fasilitas pendukung serta peningkatan pelayanan pariwisata harus dioptimalkan.

Dari hasil riset Bank Dunia (World Bank), sektor pariwisata merupakan penyumbang yang paling mudah untuk devisa dan pendapatan domestik bruto (PDB) suatu negara, dikarenakan industri pariwisata mampu menggerakkan usaha kecil menengah (UKM) seperti usaha transportasi, usaha pembuatan cendera mata, industri kuliner dan lain-lain. Maka dari itu, industri sektor pariwisata mampu memberi faktor dan nilai yang strategis dalam peningkatan devisa dan pendapatan masyarakat.

Sudah sepantasnya sektor pariwisata dijadikan sebagai salah satu proyek unggulan yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam penanganannya. Indeks daya saing pariwisata perlu ditingkatkan lagi dengan lebih banyak memunculkan dan menonjolkan destinasi-destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi keberadaannya oleh para wisatawan baik itu asing maupun domestik.

Melihat dari topografi kabupaten Cianjur yang sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan, kecuali di sebagian wilayah selatan yang berupa dataran rendah yang berbatasan langsung dengan daerah pantai selatan, sudah sepantasnya Cianjur menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia.

Berdasarkan data Potensi Desa (PODES) BPS tahun 2018, dari jumlah 354 Desa dan 6 Kelurahan yang ada di kabupaten Cianjur, 125 Desa (35%) di antaranya merupakan daerah lereng/puncak yang akan memberikan suguhan pemandangan yang memanjakan mata, mulai dari perkebunan teh hijau yang berada di wilayah sekitar puncak (berbatasan dengan kabupaten Bogor) sampai dengan suguhan aneka bunga di Taman Bunga Nusantara.

Tak hanya itu, kawasan wisata sejarah Gunung Padang (Kecamatan Campaka) pun sayang kalau sampai dilewatkan. Di sana terdapat situs Megalit yang yang layak untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata penelitian juga sebagai wisata alam.

Di lain tempat, di sebelah selatan wilayah kabupaten Cianjur, ada sekitar 18 desa yang berada di daerah tepi laut. Kondisi ini menjadi keungulan dan daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata bahari di kabupaten Cianjur, di samping ada banyak juga air terjun yang jumlahnya cukup banyak, di antaranya air terjun Curug Citambur, Curug Cisampay, Curug Cibeureum, dan banyak lagi air terjun yang layak untuk dijadikan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Cianjur.

Masih berdasarkan data PODES BPS 2018, baru ada sekitar 113 ruang publik terbuka yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur dan dari 360 desa/kelurahan yang ada, hanya baru sekitar 250 desa yang memiliki permukaan jalan beraspal/beton, sementara sisanya belum. Hal ini perlu perhatian dan penanganan serius dari semua pemangku kepentingan terutama pemerintah kabupaten Cianjur.

AYO BACA : Mengenal Bertani Sambil Berwisata di Kampung Budaya Pandanwangi Cianjur

Di samping dampak positif, ada juga dampak negatif dari sektor pariwisata dan hal ini jangan sampai terlupakan. Keseimbangan pemasukan keuangan perlu dijaga, jangan sampai keuntungan hanya dinikmati oleh pihak perusahaan, agen liburan, serta hotel saja. Pemasukan kepada masyarakat perlu diperhatikan. Pemberdayaan serta pengupahan yang layak kepada para pekerja lokal dengan kondisi kerja yang buruk jangan sampai terabaikan.

Pengrusakan lingkungan, alih fungsi lahan, dan pengelolaan sampah adalah akibat dari banyaknya wisatawan yang masuk.

Tak hanya itu, nilai budaya lokal pun harus dijaga agar tidak tergerus pengaruh budaya asing. Belum pula, kedatangan wisatawan dari luar daerah sering dibarengi dengan penyelundupan barang-barang ilegal.

Pemerintah, dalam hal ini pemerintah kabupaten Cianjur, mempunyai kewenangan dalam pengaturan, penyediaan, dan peruntukkan berbagai infrastruktur yang terkait dengan kebutuhan pariwisata. Pemerintah juga bertanggung jawab dalam menentukan arah yang akan dituju dalam perjalanan sektor pariwisata ke  depan.

Masyarakat lokal pun ikut terlibat, terutama penduduk asli yang bermukim di kawasan wisata. Mereka mempunyai andil yang cukup besar bagi perkembangan sektor pariwisata. Mereka pun bisa menjadi salah satu peran kuncinya, karena menyediakan sebagian besar atraksi wisata dan sekaligus menentukan kualitas produk wisata yang akan disuguhkan kepada para penikmat wisata.

Dengan mengembangkan dan memajukan sektor pariwisata, bisa jadi akan lebih memajukan lagi ekonomi bagi kabupaten Cianjur. Namun, jangan lupa perkembangannya harus dibarengi dengan kebijakan yang melindungi dan tidak mengganggu/merusak alam, budaya, serta kearifan lokal yang sudah dibangun sejak lama oleh masyarakat sekitar.

Dadan Rukmantara

Statistisi Pertama di BPS Kabupaten Cianjur

AYO BACA : Indahnya Miniatur Kota Venesia di Kabupaten Cianjur

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar