Yamaha Lexi

Video Game Jadi "Obat Digital" Anak Berkebutuhan Khusus

  Minggu, 06 Januari 2019   Dadi Haryadi
Video Games. (Pixabay.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Video game dapat membantu mengurangi gejala sebagai "obat digital" pada anak-anak penyandang gangguan spektrum autisme (ASD) dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).

Seperti dikutip Antara, Minggu (6/1/2019), penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Autism and Developmental Disorders memastikan kelayakan dan keamanan alat yang disebut Proyek: EVO, yang memberikan rangsangan sensorik dan motorik melalui pengalaman video game aksi, sebagaimana dilansir New Indian Express. 

Sebanyak 50% anak-anak dengan ASD memiliki beberapa gejala ADHD, sekitar 30% menerima diagnosis sekunder ADHD.

Tetapi, karena obat ADHD kurang efektif pada anak-anak dengan kedua gangguan tersebut dibanding mereka yang menyandang ADHD, maka para peneliti menyelidiki pengobatan alternatif.

AYO BACA : Gamers, Profesi yang Mampu Menunjang Hidup

Anak berkebutuhan khusus seperti gangguan spektrum autisme (ASD) dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) juga berisiko tinggi terhadap gangguan “fungsi kognitif”, termasuk kemampuan otak untuk mempertahankan perhatian dan fokus untuk tujuan seraya mengabaikan gangguan.

Ketika anak-anak mencapai usia sekolah dan lebih, gangguan kognitif membuat mereka lebih sulit menetapkan dan mencapai tujuan, serta berhasil menentukan arah sehari-hari di masyarakat.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak terlibat dengan proyek: pengobatan EVO untuk jumlah waktu yang disarankan, dan bahwa orang tua dan anak-anak melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi dengan pengobatan,” ujar Benjamin Yerys, psikolog anak di Hospital of Philadelphia (CHOP) di Amerika.

Ia mengatakan,“Berdasarkan hasil penelitian yang menjanjikan, kami berharap untuk senantiasa mengevaluasi potensi Proyek: EVO sebagai pilihan pengobatan baru untuk anak-anak dengan ASD dan ADHD”.

AYO BACA : Nostalgia Bareng Playstation Classic, Beginilah Spesifikasinya

Penelitan yang melibatkan 19 anak berusia 19-13 tahun yang didiagnosis memiliki gejala ASD sekaligus ADHD.

Partisipan yang mendapat pengobatan Proyek: EVO, disampaikan melalui pengalaman video gim aksi, atau aktivitas pendidikan yang melibatkan pengenalan pola.

Penelitian juga menemukan bahwa setelah menggunakan Proyek: EVO, anak-anak menunjukkan kecenderungan peningkatan atensi, dan secara umum terjadi perbaikan gejala ADHD menurut laporan orang tua.

Walau ukuran sampel penelitian ini kecil, peneltian menunjukkan bahwa menggunakan Proyek: EVO yang layak dan diterima dengan efek terapi yang potensial.

Tim peneliti tengah merencanakan penelitian tindak lanjut yang lebih besar untuk evaluasi mengenai kemanjuran Proyek: EVO.

AYO BACA : Immortal, Satu-Satunya Game Center Bertaraf Internasional di Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar