Yamaha Lexi

Jumlah Wisman Meleset, Devisa Tak Capai Target?

  Minggu, 06 Januari 2019   Dadi Haryadi
Wisatawan Mancanegara (Wisman. (Ramdhani/Ayobandung.com)

Indonesia merupakan negara maritim. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Indonesia memiliki 17.504 pulau yang tersebar di 34 provinsi. Indonesia dikaruniai dengan berjuta keindahan alam dan budaya yang mampu menghipnotis setiap mata yang memandang.

Dari ujung barat hingga ujung timur menyimpan kharisma yang luar biasa. Pun dari ujung utara hingga ujung selatan, kemolekan yang ditawarkan sungguh istimewa. Tak dipungkiri jika kecantikan Indonesia termasyhur ke penjuru dunia dan mampu menjadi magnet bagi kehadiran para wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai belahan dunia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya telah menetapkan tahun 2018 sebagai Visit Wonderful Indonesia 2018. Ini merupakan arah pengembangan pariwisata Indonesia pada tahun 2018. Visit Wonderful Indonesia 2018 merupakan pengembangan dari brand Wonderful Indonesia  yang sudah sejak tahun 2011 digaungkan.
Visit Wonderful Indonesia 2018 sendiri diharapkan bisa mendukung pencapaian target yang telah dicanangkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yaitu sebanyak 17 juta wisman pada tahun 2018 dan mampu memberikan kontribusi bagi devisa negara sebesar 17 miliar dolar AS.

Pariwisata Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Terbukti, melalui branding Wonderful Indonesia, peringkat daya saing pariwisata Indonesia di dunia melesat tajam. Berdasarkan data dari World Economic Forum, setelah berada pada ranking 70 dunia tahun 2013, Indonesia meraih prestasi cemerlang dengan naik ke peringkat 50 pada tahun 2015. Prestasi yang patut mendapatkan applause kembali diraih oleh Indonesia dengan menduduki peringkat ke-42 pada tahun 2017.

Kemenpar telah menetapkan 18 destinasi wisata unggulan Indonesia yang diharapkan akan lebih mendongrak jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia. Destinasi unggulan ini dianggap yang paling siap untuk menarik para wisman. Destinasi-destinasi tersebut adalah Danau Toba, Padang, Palembang, Kepulauan Riau, Belitung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta-Solo-Semarang, Surabaya-Bromo-Tengger, Semeru, Jember-Banyuwangi, Bali, Lombok, Balikpapan, Makasar, Manado-Bunaken-Wakatobi, Raja Ampat, dan Labuan Bajo.

Jumlah Wisman Turun

Rilis data dari BPS tanggal 2 Januari 2019 (Berita Resmi Statistik No.04/01/Th.XXII) menunjukkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia November 2018 turun 11,26% jika dibandingan dengan bulan sebelumnya (month-to-month). Namun jika dibandingan dengan jumlah kunjungan pada November 2017 naik 8,16% (year-on-year).

AYO BACA : Dukung HPN 2019, Menpar: Ekonomi Kerakyatan Penopang Pariwisata

Total kunjungan wisman Januari hingga November 2018 mencapai 14,39 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan tren positif. Ada kenaikkan sebesar 11,63% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 12,89 juta kunjungan. Angka tersebut dihitung dari 26 pintu masuk utama dan pintu masuk lainnya baik darat, laut, maupun udara.

Wisman dari negara kawasan Asia selain Asean masih menjadikan Indonesia tambatan hati mereka untuk berwisata pada tahun 2018. Hal ini terbukti dengan jumlah kunjungan yang mencapai 5,37 juta kunjungan pada periode Januari hingga November 2018. Ada pertumbuhan 12,16% dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan kewarganegaraan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang terbesar adalah Malaysia 184.422 kunjungan. Angka ini menunjukkan adanya pertumbuhan (year-on-year) meskipun kecil, yaitu sebesar 1,38%. Kunjungan warga Tiongkok ke Indonesia berkurang (year-on-year) hingga mencapai 15,97%. Bertolak belakang dengan Tiongkok, kewarganegaraan Timor Leste justru bertumbuh signifikan mencapai 83,07%.

Meskipun secara month-to-month jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan, namun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Klasifikasi Bintang justru naik 1,35 poin dari bulan sebelumnya (Oktober 2018). Ini artinya para wisman lebih banyak yang menggunaan jasa akomodasi hotel berbintang dari bulan sebelumnya. Bahkan secara year-on-year, TPK menguat 2,31 poin dari tahun 2017 pada periode yang sama.

Faktor Penyebab Turunnya Jumlah Wisman

Berdasarkan rilis data BNPB tanggal 25 Oktober 2018, selama tahun 2018 sudah terjadi bencana sebanyak 1.999 bencana. Dampak yang ditimbulkan tidak main-main, sangat besar dan dahsyat. Tercatat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana, 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, dan 20.608 rumah rusak ringan, serta ribuan fasilitas umum rusak.

Hantaman bencana yang bertubi-tubi melanda Indonesia menyebabkan target jumlah wisman tidak tercapai. Menurut Arief Yahya, ada selisih sekitar 5%. Meleset dari target awal yang sudah ditetapkan. Para calon wisman berbondong-bondong membatalkan kunjungan mereka ke Indonesia karena khawatir akan terdampak bencana.

AYO BACA : Tsunami Selat Sunda: Jababeka dan Kemenpar Distribusikan Bantuan

Selain dikarenakan bencana, melesetnya target kunjungan wisman juga dipengaruhi oleh beberapa hal lain. Menurut Arief Yahya, polemik “Zero Dollar Tour” yang membuat tidak kondusifnya iklim pariwisata di Pulau Bali selama beberapa waktu juga memiliki andil terhadap turunnya jumlah wisman. Zero Dollar Tour merupakan kunjungan wisman dari Tiongkok ke Bali melalui agen perjalanan wisata di negara mereka dengan harga yang sangat murah.

Mengapa ini merugikan Indonesia sebagai negara yang dikunjungi? Hal ini karena paket perjalanan tersebut menerapkan sistem pembayaran non tunai menggunakan aplikasi dari Tiongkok. Jadi, Indonesia tidak akan memperoleh pendapatan. Tentunya ini sangat merugikan bagi Indonesia.

Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018 juga memberikan dampak pada turunnya jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. Armada penerbangan merupakan hal yang penting untuk dunia pariwisata Indonesia, karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Dari data BPS, jumlah wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 61% (707,53 ribu kunjungan). Angka ini menunjukan bahwa wisman datang ke Indonesia dominan menggunaan pintu masuk udara. Adanya kecelakaan pesawat, setidaknya menyebabkan penerbangan internasional turun hingga 5,97% dari bulan sebelumnya. Pun dengan penerbangan domestik turun hingga 6,76%.

Adanya peraturan baru dari imigrasi yang diberlakuan pada pintu masuk darat di Jayapura juga turut memberi andil penurunan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. Peraturan sebelumnya, setiap wisman hanya memerlukan kartu identitas dan surat keterangan saja. Sedangkan sekarang mereka harus menunjukkan passport. Ini menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan mancanegara yang drastis, mencapai 82,56% jika dibandingkan Oktober lalu.

Devisa dari Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata rupanya menjadi primadona bagi devisa negara. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap devisa negara. Dari tahun 2013, sektor pariwisata selalu menjadi empat besar penyumbang devisa negara. Bahkan tahun 2017 menjadi penyumbang terbesar ke-dua setelah CPO dengan nilai 15 miliar dolar AS. Tahun 2018, target Kemenpar adalah 17 miliar dolar AS untuk devisa dari sektor pariwisata.

Ternyata, walaupun jumlah kunjungan wisman ke Indonesia meleset dari target, namun jumlah devisa yang berhasil diperoleh diklaim oleh Kemenpar berhasil mencapai target sebesar 17 miliar dolar AS. Hal tersebut berdasarkan prediksi pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara dengan pengeluaran rata-rata per kunjungan berkisar pada rataan 1.100 dolar AS.

Tahun 2019, Kemenpar mempunyai impian sektor pariwisata bisa menjadi penyumbang devisa terbesar. Tapi akankah tercapai 20 miliar dolar AS? Adanya 109 event yang sudah dijadwalkan oleh Kemenpar untuk tahun 2019 diharapkan bisa maksimal menarik jumlah wisman untuk melancong ke Indonesia. Promosi yang gencar dan dikemas dengan apik serta menarik, perbaikan dan peningkatan infrastruktur, dan kemudahan perizinan bisa menjadi opsi lain untuk menghadirkan 20 juta wisman ke Indonesia di tahun 2019.

Erlina Hardiyanti, A.Md

AYO BACA : Menpar Perkirakan Nasib Travel Agen Mirip Wartel

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar