Yamaha Lexi

Reuni, Jurnalistik UIN Bandung Deklarasi Lawan Hoaks

  Minggu, 06 Januari 2019   Hengky Sulaksono
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar acar reuni akbar di Aula Abdjan Sulaiman komplek Kampus UIN Bandung, Minggu (6/1/2019) siang.(Hengky Sulaksono)

CIBIRU, AYOBANDUNG.COM--Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar acar reuni akbar di Aula Abdjan Sulaiman komplek Kampus UIN Bandung, Minggu (6/1/2019) siang. Reuni akbar tersebut sekaligus menjadi ajang peringatan ulang tahun ke-21 Jurnalistik UIN Bandung.

Reuni akbar tersebut dihadiri oleh ratusan alumni dan mahasiswa aktif Jurnalistik UIN Bandung sejak angkatan tahun 1998--di mana UIN masih berstatus sebagai IAIN--hingga angkatan terakhir tahun 2018.

Presiden Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung Halim mengatakan reuni ini menjadi ajang untuk mempererat jalinan tali silaturahmi antar mahasiswa aktif dan alumni dari berbagai angkatan. Terlebih usia Jurnalistik UIN Bandung kali ini telah menginjak usia yang kr-21.

"Memasuki 21 tahun berdirinya Jurnalistik UIN Bandung kita ingin semakin mengingat, mengikat, dan menguat. Kita ingin dengan semakin solidnya ikatan yang tercipta Jurnalistik UIN Bandung yang lebih baik dan lebih maju," kata dia.

Rektor UIN Bandung, Mahmud mengapresiasi reuni akbar yang diselenggarakan Jurnalistik UIN Bandung. Dia mengaku bangga dengan banyaknya alumni Jurnalistik UIN Bandung yang malang melintang di dunia kejurnalistikan tanah air.

"Saya bangga dengan alumni-alumni Jurnalistik yang sekarang sudah banyak yang menjadi jurnalis, bagaimana kehadiran jurnalis dari UIN Bandung ini mewarnai bangsa yang kita cintai," kata Mahmud.

Eks Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Bandung ini juga mebginginkan agar par alimni Jurnalistik UIN Bandung memiliki ciri khas yang terbedakan dengan alumni jurnalistik kampus lainnya. Terminologi keislaman yang melekat sebagai identitas kampus harus bisa dibawa serta sebagai sikap kejurnalistikan mereka.

"Saya menganjurkan jurnalis UIN berbeda dari jurnalis lain. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Islam melarang mengekspose aib orang. Itu susah dilakukan tapi jurnalis UIN itu akan memodifikasi agar bagaimana caranya substansi informasinya bisa tersampaikan tapi cara menyampaikannya tidak bertentangan dengan agama kita," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula deklarasi melawan hoaks yang diinisiasi oleh panitia dan diikutibseluruh peserta. Deklarasi tersebut merepresentasikan komitmen para alumni Jurnalistik UIN Bandung untuk menjaga ekosistem media yang sehat sebagai ruang pertukaran gagasan rasional tetap terjaga.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mrngapresiasi langkah para sivitas akdemika Jurnalistik UIN Bandung yang mendeklarasikan dikap melawan hoaks. Langkah yang ditempuh tersebut dinilai telah sesuai dengan salah satu visi Pemprov Jabar dalam memberantas hoaks.

"Salah satu tugas Jurnalistik UIN Bandung adalah menangkal hoaks. Saya mengapresiasi deklarasi antihoaks ini karena membantu Pemprov Jabar dalam rangka memberantas hoaks yang merugikan masyarakat. Mari kita bersama-sama singkirkan dan hantam hoaks di mana saja," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar