Yamaha Aerox

Kanyaah Jabar: Dari Jurnalis untuk Masjid di Lokasi Bencana

  Sabtu, 05 Januari 2019   Mildan Abdalloh
Sejumlah artis seperti Yuki Pas Band dan Opik menggelar konser amal bertajuk Syiar Syair Peduli Negeri #Kanyaahjabar di GOR Arcamanik Kota Bandung, Sabtu (5/1/2019).(Mildan Abdalloh/ayobandung.com)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah artis seperti Yuki Pas Band dan Opik menggelar konser amal bertajuk Syiar Syair Peduli Negeri #Kanyaahjabar di GOR Arcamanik Kota Bandung, Sabtu (5/1/2019). Konser amal tersebut merupakan penggalangan dana untuk pembangunan masjid di daerah terdampak bencana seperti Lombok, Banten, Palu dan Donggala.

Ketua Yayasan YB Peduli, Rani Mayasari mengatakan, Syiar Syair sebenarnya merupakan even tahunan yayasan tersebut, dalam membantu pembangunan masjid. "Tahun lalu kami membangun masjid di Palestina, namun tahun ini karena banyak bencana, jadi difokuskan membangun masjd di daerah terdampak," tutur Rani.

Syiar Syair Peduli Negeri #KanyaahJabar kata Rani, juga digagas oleh para jurnalis. Bermula dari seorang jurnalis televisi bernama Adi Riyanto yang melakukan peliputan ke Lombok ketika daerah tersebut diterjang gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

"Ada teman jurnalis. yang liputan di Lombok, dia menemukan masalah masyarakat di sana yang kesulitan untuk sholat brjamaah, karena masjidnya sudah rata dengan tanah," ungkapnya.

Sejumlah jurnalis televisi kemudian bekerjasama dengan Yayasan YB Peduli melakukan penggalangan dana dengan pelbagai cara, salah satunya menggelar konser.

"Selain talen, ada juga Opik Tombo Ati, Yuki Pas Band, Erik Yusuf, Anak Harmoni (disabiltas) dan Ina Cookies yang turut dalam Syiar Syair Peduli Negeri #KanyaahJabar," ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga menggandeng pelaku UMKM untuk menyisihkan sebagian keuntungannya dan sumbangan dar masyarakat untuk penggalangan dana.

Rani melanjutkan, penamaan #KanyaahJabar merupakan bentuk dari kepedulian warga dan pemimpin di Jawa Barat. Dalam hal ini, dia memaparkan selain proses penggalangan dana dilakukan oleh warga Jawa Barat, juga melibatkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Ini bentuk kanyaah warga Jabar. Kang Emil (Ridwan Kamil) turut mewakafkan dua desain masjid. Dan gambarnya sudah jadi tadi malam," ujarnya.

Dua desain masjid yang dibuat khusus oleh Emil terdiri dari tiga ukuran. 180 meter persegi, 300 meter peregi dan 400 meter persegi.

Untuk membangun masjid di beberapa tempat bencana, dibutuhkan dana miliaran rupiah. Rani menyebut untuk membangun masjid berukuran 180 meter persegi membutuhkan dana sebesar Rp800 juta, masjid 300 meter persegi membutuhkan anggaran Rp2 miliar dan masjid 400 meter pesegit butuh dana Rp3 miliar.

"Yang sudah kami survei tempat adalah di Banten dan Lombok," ucapnya.

Masjid yang direncanakan akan dibangun di Banten berukuran 180 meter persegi dan lombok 300 meter persegi. "Untuk Sukabumi dan Palu kami akan melakukan penentuan titiknya terlebih dahulu," katanya.

"Ini merupakan program jangka panjang, jadi tidak berhenti setelah Syiar Syair. Siapapun yang mau turut serta menyumbang untuk pembangunan masjid ini, bisa tranfer melalui rekening bank mandiri syariah 7125202707 an Yayasan BSMU Syiar Syair," ujarnya.

Jika anggaran yang dibutuhkan sudah mencukupi, maka masjid di lokasi terdampak bencana akan langsung dikumpulkan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, desain masjid yang dibuatnya tersebut merupakan komitemennya dalam melakukan dakwah. "Saya sudah tidak pernah desain macam-macam, kecuali masjid. Itu merupakan amanat ayah saya, mau jabatan apa saja untuk urusan masjid mah saya kejar. Kecil, besar, sedang semua tidak boleh bayar," paparnya.

Jurnalis Adi Riyanto mengakuii jika #KanyaahJabar digagas oleh dirinya. Bermula dari dia yang ditugaskan untuk liputan bencana gempa dan tsunami Lombok beberapa waktu lalu.

Dia merasa prihatin dengan kondisi masyarakat terdampak bencana yang kesulitan untuk bisa shalat jumat, karena masjid telah hancur diguncang gempa. "Biasanya, kalau kita liputan bencana itu, hanya melihat dan membuat berita. Padahal, kita bisa berbuat lebih dengan turut membantu," ujarnya.

Berawal dari keprihatinan tersebut, Adi kemudian mengutarakan pengalamannya kepada sejumlah jurnalis lain. Sejumlah jurnalis televisi kemudian merespon keinginan Adi untuk membangun masjid di Lombok dengan cara bekerjsama dengan Yayasan YB Pedulii.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar