Yamaha

Ratusan Hoaks dalam Seminggu, Ridwan Kamil: Berpotensi Rugikan Ekonomi

  Jumat, 04 Januari 2019   Nur Khansa Ranawati
JHS (laman FB Jabar Saber Hoaks)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Program memberantas hoaks di wilayah Jawa Barat yang diinisasi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil lewat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar melalui program Jabar Saber Hoaks (JSH), telah membuahkan hasil. Pihaknya mendapatkan aduan hoaks yang berseliweran di media sosial sebanyak 242 buah per-tanggal 24-30 Desember 2018.

Melalui akun instagram resmi mereka, tim JSH juga mengumumkan lima besar topik hoaks yang paling banyak mendapat respon komentar di semua saluran media sosial JSH. Kelima topik tersebut secara berurutan adalah ucapan Selamat Natal Kyai Ma'ruf Amin dengan menggunakan pakaian natal, mobil pendukung Capres 2019 masuk sawah, informasi bencana dari zaman Orde Baru sampai sekarang, longsor Garut-Pameungpeuk, serta pemberitaan TV One soal potensi tsunami Selat Sunda.

Menanggapi hal ini, Emil--sapaan akrab Ridwan Kamil--mengatakan bahwa hoaks yang beredar ini tak sekedar menimbulkan simpang siur informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Lebih jauh dari itu, salah satu hoaks yang beredar bahkan mampu memberi dampak kerugian secara ekonomi.

"Hoaks yang tentang longsor di Garut Selatan kan menimbulkan kerugian ekonomi. Orang-orang membatalkan (kunjungan) karena membaca hoaks longsor jalan menuju Garut Selatan. Itu kan sangat berbahaya," ungkapnya ketika ditemui di gedung DPRD Jabar, Jumat (4/1/2019).

Ketika ditanya sasaran bentuk hoaks yang menjadi priorotas JSH dalam bekerja, Emil mengatakan timnya tersebut tidak memiliki fokus khusus. Mereka lebih banyak bekerja sesuai dengan aduan masyarakat.

"Kita enggak menyasar, kita menunggu laporan dari masyarakat. Setelah itu diranking. Dari 100% laporan yang masuk, mana yang paling banyak. Dibikinlah Top 5, berarti top of mind-nya masyarakat berada di lima hal itu," jelasnya.

Meski demikian, dia mengatakan, urusan penangkapan pelaku hoaks bukan berada dalam weweang JSH. Tim tersebut hanya bertugas melakukan klarifiksi atas dugaan hoas yang beredar sesuai dengan permintaan masyarakat.

"Bukan ranah kita. Kalau (mengungkap) pelakunya itu siapa, bukan wewenang kita," pungkasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar