Yamaha Lexi

Birokrasi Dipangkas, Izin Ekspor Hanya 3 Jam

  Jumat, 04 Januari 2019   Mildan Abdalloh
Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman di Banjaran Kabupaten Bandung, Jumat (4/1/2019).(Mildan/ayobandung.com)

BANJARAN, AYOBANDUNG.COM--Kementerian Pertanian terus menggalakan ekspor pelbagai komoditas. Salah satu upaya dalam meningkatkan Ekspor adalah memangkas perizinan.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman mengatakan, animo ekspor dalam satu tahun terakhir menunjukan geliat yang menjanjikan.

Bahkan, ekspor holtikultura seperti sayuran, buah, dan bunga asal Indonesia memang tengah naik daun, meningkat 11,92% dengan nilai lebih dari Rp5 triliun di 2018 dengan tujuan ke 113 negara.

"Selama 2018, ekspor sayuran naik 4,8%, ekspor bunga naik 7,03%, sementara ekspor buah naik signifikan 26,27%," tutur Amran di Banjaran Kabupaten Bandung, Jumat (4/1/2019).

Bahkan, kata Amran, pada 2019 ini, ekspor subsektor hortikultura perlu ditingkatkan termasuk ekspor manggis yang tercatat bisa naik 500%.

Upaya Kementan untuk mendorong ekspor benar-benar menjadi prioritas. Salah satunya adalah dengan memangkas perizinan.

"Jika dulu butuh hingga 13 hari bahkan hingga 3 bulan, kini eksportir hanya butuh 3 jam untuk mendapatkan izin ekspor melalui sistem online tanpa perlu tatap muka," jelas Amran.

Amran menegaskan upaya perbaiki kualitas sesuai permintaan negara tujuan, karena produk pertanian punya persyaratan yang ketat terkait isu higienitas dan keamanan. Lobi pun dilakukan agar komoditas Indonesia bisa tembus ke negara lain, termasuk pengiriman bisa langsung ke negara tujuan tanpa transit seperti sebelumnya.

"Hasilnya jelas, perusahan seperti di PT Alamanda bisa ekspor 42 komoditas sayuran, buah, dan tanaman hias. Volume sekitar 10.000 ton setahun ke 12 negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, China, Dubai, Saudi Arabia, Pakistan, India, Bangladesh, Australia, dan New Zealand," paparnya.

Ekspor sayuran dari Alamanda direncanakan bisa mencapai sebanyak 200 ton/bulan dengan aneka jenis yakni 12 komoditas sayuran, 29 buah-buahan, dan beberapa tanaman hias, antara lain baby buncis 30 ton, buncis 45 ton, selada air 30 ton, kentang 60 ton, ubi manis 20 ton, petai 2 ton, dan sayur lainnya. 

Untuk buah non-musim, ada jambu biji merah 2 ton, rock melon 20 ton, dan salak 4 ton. Sementara buah musiman, yang diekspor antara lain, manggis dengan perkiraan 500 ton/musim dan mangga 100 ton/musim.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar