Yamaha Mio S

Belajar Campur Magang di Taiwan

  Jumat, 04 Januari 2019   M. Naufal Hafizh
ilustrasi (www.isigood.com)

Sistem pendidikan di Taiwan mirip dengan di Jepang. Siswa setingkat SMP dan SMA dipaksa harus belajar sungguh-sungguh supaya dapat lulus ujian masuk universitas. Dari sekian banyak murid, tak banyak yang berhasil lolos menjadi mahasiswa di universitas-universitas yang prestisius seperti Universitas Nasional Tsing Hua, Universitas Nasional Taiwan, Universitas Nasional  Chioa Tung, Universitas Nasional Sun Yat Sen dan sebagainya.

Biaya kuliah di universitas negeri jauh lebih murah karena disubsidi pemerintah, sebaliknya dengan universitas swasta. Setelah lulus, banyak yang melanjutkan pendidikan di luar negeri terutama Amerika Serikat.

Menurut Sutarsis, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan, jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan sekitar 6 ribu orang, atau 10% dari total mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Jumlah  tersebut akan meningkat di masa yang akan datang karena pemerintah pada Januari tahun ini meluncurkan kebijaksanaan yang mendorong pelajar di negara-negara sebelah Selatan Taiwan untuk belajar di Taiwan. Dikabarkan 69 universitas terlibat dalam program tersebut. Enam sampai sepuluh di antaranya memfokuskan kepada calon-calon mahasiswa dari Indonesia.

Selain pernyataan Sutarsis, dalam laman PPI per 8 November 2018 juga dikemukakan, ada seribu lebih kesempatan beasiswa yang dapat diraih para calon mahasiswa Indonesia. Rupanya, program beasiswa juga sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya.

AYO BACA : Hingga Juni 2018, Remitansi TKI Asal Jabar Tembus Rp2,8 Miliar

Beasiswa dan Magang

Dalam kaitan ini sangat menarik ketika Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menyebutkan sekitar 300 ratus mahasiswa diduga menjadi korban kerja paksa di pabrik-pabrik. Para mahasiswa itu diketahui berangkat sendiri ke Taiwan melalui calo dengan iming-iming bisa diterima di perguruan tinggi.

"Mahasiswa kerja paksa di Taiwan itu tidak melalui jalur Kemenristek Dikti," jelasnya usai membuka Rapat Kerja Nasional Kemenristek Dikti 2019 di Kampus Undip, Tembalang, Kamis (3/1/2018) dan menambahkan, mereka lulusan sekolah menengah atas yang berangkat dari agensi-agensi.

Para mahasiswa yang mayoritas perempuan ini, di antaranya dipaksa bekerja 10 jam dalam sehari dengan bayaran yang murah. Sementara itu, masa kuliahnya hanya dua hari setiap pekan.

Menurut aturan resmi pemerintah Taiwan, adapun izin bekerja itu didapatkan setelah melalui tahun pertama, itu pun tidak lebih dari 20 jam per minggu. Satu laporan jurnalistik di salah satu media di Taiwan menyebut setidaknya enam perguruan tinggi yang bekerja sama dengan agen penyalur tenaga kerja.

AYO BACA : Inovasi Sarung Tangan Multifungsi Karya Mahasiswa Unpad Sabet Perak di Taiwan

Dua Magnet

Walaupun tidak memiliki hubungan diplomatik, perjanjian kerja kedua negara sangat ketat. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang yang bekerja di pengguna berbadan hukum selain mendapat asuransi kesehatan juga mendapat asuransi tenaga kerja dan kalau mengalami kecelakaan kerja di tempat kerja maka ditutup asuransi.

PMI yang bekerja di pengguna badan hukum, seperti pekerja manufaktur, perawat di panti jompo, pekerja konstruksi dan nelayan mendapatkan gaji minimum sebesar 22.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp10 juta. Pemasukan ini belum termasuk tambahan pendapatan di luar jam kerja, Ketua Timwas TKI DPR RI Fahri Hamzah beberapa waktu lalu, karena biaya hidup relatif rendah, maka PMI itu masih bisa menabung.

Berdasarkan data dari KDEI Taipei Jumlah PMI di bekerja Taiwan sebanyak 259.794 orang, yang terdiri dari pekerja pabrik 57.430, Anak Buah Kapal  8.571, pekerja konstruksi 848, Pekerja Panti Jompo 2.792, caregiver 188.859, penata laksana rumah tangga 1.294 orang.

Bagaimanapun para pihak terkait harus menemukan sebab musabab mengapa terjadi masalah ini karena menyangkut nasib warga negara Indonesia. Apakah disebabkan ketidakpahaman para ‘mahasiswa’, ada motif lain dari agensi atau istilah kerja paksa sangat berlebihan? Jargon kuliah sambil magang sangat menarik.

Farid Khalidi

AYO BACA : Ratusan Mahasiswa Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar