Yamaha Aerox

Keluarga Ini Berhasil Hidup Tanpa Plastik, Begini Langkahnya

  Kamis, 03 Januari 2019   Nur Khansa Ranawati
Keluarga Maidment. (Sophia Evans/The Observer)

LENGKONG,AYOBANDUNG.COM--Hidup tanpa plastik mungkin terdengar seperti sesuatu yang hapir mustahil dilakukan bagi sebagian orang. Tak heran, banyak di antara barang kebutuhan sehari-hari kita mengandung kemasan plastik yang sulit ditolak, seperti sabun, shampoo, dan sebagainya.

Namun, sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan. Buktinya, salah satu keluarga di London, Britania Raya, berhasil menerapkan gaya hidup tanpa plastik dalam kesehariannya selama 2 tahun terakhir. Mereka secara perlahan dan bertahap mengurangi konsumsi plastik dan menggantinya dengan alternatif lain. Kebiasaan tersebut dijalani secara konsisten hingga berhasil diterapkan secara menyeluruh.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (3/1/2019), nyonya di keluarga tersebut adalah Maidment (38) pada awalnya berusaha mengurangi konsumsi dus susu. Bahkan, saat ini mereka telah berhasil tak hanya menghilangkan penggunaan plastik, namun juga meminimalisasi sampah hingga mendekati nihil alias zero-waste. 

Tidak lagi konsumsi susu dalam dus itu mudah, kita berlangganan jasa pengantar susu, ungkap Maidment.

Setelah susu berhasil, kebiasaan mengurangi plastik berlanjut ke barang sehari-hari lainnya, seperti memakai sikat gigi bambu hingga membuat sendiri deodoran, pembersih, pelembab hingga sabun cuci tangan di rumah. Maidment memiliki kulkas yang dipenuhi wadah-wadah yang dapat didaur-ulang berisikan lentil, pasta, bubur, dan sebagainya.

Dia yang sekaligus merupakan penggagas kampanye pengurangan sampah plastik di London Timur, Plastic free Hackney, mengatakan bahwa kebiasaan mengurangi plastik tersebut kini telah membuatnya seakan candu. Segala hal yang memungkinkan akan dia upayakan untuk dipakai ulang atau didaur ulang. Dia dan keluarganya bahkan menerapkan konsep tidak membeli apa-apa saat Natal untuk kedua kalinya.

Ketertarikan saya terhadap konsep ini berawal dari media sosial, melihat bagaimana orang-orang berproses dan saya pun perlahan mulai mengurangi produksi sampah. Meskipun orang mungkin menganggap saya gila, tapi kenyataan bahwa banyak barang yang dibeli untuk kemudian dibuang itu sungguh sia-sia dan membuat kesal, jelasnya.

Maidment tak sendirian. Seorang terapis pijat asal Worthing, Sussex Barat, Kiran Harrison (43), mulai berpikir soal hidup tanpa plastik ketika bayinya lahir. Dia menganggap popok bayi adalah salah satu sumber sampah plastik yang besar. Untuk itu, dia berupaya menggunakan popok kain yang dapat dicuci dan dipakai kembali oleh sang bayi.

Harrison mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan guna menjaga keseimbangan alam yang sudah semakin rusak belakangan ini. Dia tidak mengininkan anak-cucunya kelak tak lagi merasakan 'fasilitas' Bumi. 

Untuk saya, hal ini berarti merubah kebiiasan menjadi lebih ramah terhadap alam setiap harinya. Saya khawatir terhadap masa depan alam saat anak-ucu kta lahir kelak. Saya ingin menjadi contoh baik mereka. tuturnya.

Langkah awal memulai hidup tanpa plastik

1. Gunakan tumblr/ botol minum sendiri
\nBotol plastik adalah salah satu sampah terbesar yang mengotori planet ini, kedua setelag puntung rokok.

2. Gunakan sabun batang
\nKemasan sabun cair dapat menjadi salah satu sumber terbesar sampah plastik rumah tangga.

3. Jangan gunakan perlatan makan sekali pakai
\nSaat ini, gerakan tanpa sedotan sudah mulai menjadi tren di sejumlah negera, termasuk Indonesia. Anda juga dapat membawa peralatan makan sendiri untuk menghindari memakai sendok dan agrpu plastik bisa hendak makan di luar rumah. 

4. Sikat gigi menggunakan bambu
\nDari sikat rambut hingga sikat gigi, beralihlah ke opsi yang dapat terurai secara hayati. Produk sisir dan sikat gigi semacam ini sudah mulai banyak dijual secara daring maupun di sejumlah mal. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar