Yamaha Aerox

Di Tahun Baru, Apa Anda Mengendalikan atau Dikendalikan Hidup?

  Kamis, 03 Januari 2019   M. Naufal Hafiz
Ilustrasi mengendalikan hidup oleh diri sendiri. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Tahun baru identik dengan resolusi. Namun, ada banyak orang yang hidupnya skeptis dan tidak punya keinginan apapun di tahun yang baru. Dalam tahap ini, mungkin Anda perlu menyadari Anda sedang mengendalikan hidup atau hidup mengendalikan Anda.

Dalam Psychology Today, Psikolog Robert Taibbi L.C.S.W. pernah menulis bahwa umumnya, mereka yang skeptis terkungkung oleh kecemasannya sendiri. Padahal, situasi tersebut menentukan berhasil tidaknya Anda menjalankan hidup.

Taibbi menganalogikan, beberapa orang, secara tidak sadar, lebih memilih menjadi penumpang daripada menjadi kapten kapal bagi hidupnya sendiri.

Tantangan bagi orang dengan kecemasan berlebih dan tidak punya motivasi, kata Taibbi, adalah mengubah pandangan bahwa kecemasannya merupakan elemen utama dalam hidupnya. Elemen itu perlu ia pelajari agar bisa dikelola dan membuatnya bekerja ke arah yang positif. Tantangannya adalah beralih dari sikap reaktif ke sikap proaktif.

Berikut ini beberapa saran agar hidup Anda lebih proaktif, seperti dilansir Psychology Today, Kamis (3/1/2018):

AYO BACA : 5 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Rasa Bahagia

1. Memiliki visi hidup

Visi hidup dari beberapa orang layu seiring berjalannya waktu. Umumnya, mereka “menyerah” dan hidup tanpa pandangan. Hal ini karena pikirannya berkata demikian. Umumnya, mereka fokus pada masalah dan kekurangan yang dimilikinya.

Dalam kasus ini, kita bisa mencontoh orang lain, seperti Stephen Hawking yang fokus pada kelebihannya. Dia berani dan produktif dalam hidup, terlepas dari penyakit terus menggerogotinya.

2. Tetapkan tujuan

Dengan visi yang dimiliki, Anda bisa mulai menetapkan tujuan-tujuan harian, mingguan, per tiga atau enam bulan, satu tahun, atau bahkan lima tahun.

AYO BACA : Ini Alasan Ketika Bahagia Bisa Langsung Sedih

Isi dari tujuannya tidak akan berarti jika Anda tidak bergerak untuk mencapainya.

3. Memiliki rencana mengatasi masalah

Dalam mencapai tujuan akan selalu ada halangan. Jadikan halangan ini sebagai latihan untuk mengatasi masalah lainnya, bukan malah menghindarinya. Menjauh dari masalah hanya akan membuat Anda tertinggal dari orang lain.

Untuk mengatasinya, buatlah rencana. Jika Anda kebingungan, Anda bisa meminta pendapat teman atau orang yang telah berpengalaman dengan masalah yang pernah Anda hadapi.

4. Perbarui hubungan Anda dengan orang lain.

Jika selama ini Anda merasa lemah di hadapan orang lain, atau merasa derajatnya di bawah mereka, Anda harus mengubah pemikiran tersebut. Ubahlah hubungan Anda dengan mereka. Anda harus lebih proaktif daripada diam menunggu mereka datang untuk Anda.

Pesan utamanya, emosi dan masalah adalah hal yang nyata. Namun, Anda lebih besar dari dua hal itu. Anda bisa mengatur kekuatan untuk mengelola dan menguasainya. Berpikir besar, rencanakan, tetapkan tujuan, ambil tindakan, dapatkan dukungan dari teman atau professional, dan raih kembali hidup Anda.

AYO BACA : Ini 8 Manfaat Karyawan Bahagia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar