Yamaha NMax

DPRD Jabar Peringkat Pertama Penyerap Anggaran 2018

  Rabu, 02 Januari 2019   Nur Khansa Ranawati
Gedung DPRD Jabar. (dprd.jabarprov.go.id)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat tercatat sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan penyerap anggaran 2018 terbesar dibandingkan dengan 54 OPD lainnya. Dari total anggaran sebesar Rp87,03 miliar, DPRD berhasil menyerap Rp86,78 miliar, atau setara dengan 99,72%.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa ketika ditemui di Gedung Sate, Rabu (2/1/2019). Dia menyebutkan tiga peringkat OPD penyerap anggaran terbesar di 2018.

"Untuk peringkat kedua terbesar setelah DPRD ada Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dengan total anggaran Rp78,04 miliar berhasil diserap sebesar Rp77,79 miliar, mencapai 99,67%," ungkap Iwa.

AYO BACA : Sekda Jabar Sebut Serapan APBD Jabar 2018 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sementara, peringkat ketiga terbesar diduduki oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dari total jumlah anggaran sebesar Rp29,64 miliar, OPD tersebut berhasil menyerap Rp29,37 miliar, yakni setara dengan 99,06%.

Sementara itu, Iwa juga menyebutkan tiga OPD yang menduduki peringkat tiga terbawah penyerap anggaran 2018. Ketiganya memiliki presentasi penyerapan di bawah 90%.

"OPD yang paling terakhir (penyerap paling kecil) ini Dinas Kesehatan. Dinas ini cukup besar ya (anggarannya), karena dia juga mengkoordinasikan Rumah Sakit Al Ihsan, Rumah Sakit Pameungpeuk, Rumah Sakit Jampang Kulon, Rumah Sakit Jiwa, dan rumah sakit di Sidawangi," jelasnya.

AYO BACA : Pemprov Jabar Alokasikan Anggaran Rp 88,2 Miliar untuk Tambah Saham di Bjb

Dinkes memiliki anggaran sebesar Rp1,23 triliun. Total anggaran yang terealisasi hanya mencapai Rp924 miliar, yakni setara 74,62%.

"Salah satu penyumbang terbesar penyerapan Dinkes kecil ini karena kegagalan lelang Rumah Sakit Pameungpeuk," ungkap Iwa.

Menyusul Dinkes, di peringkat dua penyerap anggaran terkecil adalah Dinas Perhubungan. Dari total anggaran Rp221 miliar, OPD ini menyerap Rp175,65 miliar. Angka ini setara dengan 79,36%.

Di posisi ketiga ada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Mereka hanya menyerap 87,30% total anggaran, yakni sebesar Rp32,7 miliar dari Rp37,53 miliar.

Sementara itu, di tahun ini, Iwa mengatakan bahwa Pemprov Jabar masih akan menarget total realisasi anggaran di kisaran 93% hingga 95%. Total besaran APBD Jabar 2019 yang telah disetujui adalah Rp37,05 triliun.

"Target tahun ini kita tetap koridornya di 93% sampai 95%, karena sebagian besar anggaran kita kan untuk bantuan infrastruktur pembangunan kabupaten/kota hingga ke desa. Itu biasanya dilelang, suka ada sisa proyek. Berdasarkan data rata-rata, sisa lelang itu biasanya ada di kisaran 10%, sehingga target yang paling realistis ya 93% hingga 95%," pungkasnya.

AYO BACA : Sekda Iwa Lantik 231 Pejabat Fungsional Pemprov Jabar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar