Yamaha Aerox

Menkeu: Penerimaan Negara Melebihi 100%

  Senin, 31 Desember 2018   Dadi Haryadi
Menkeu Sri Mulyani melakukan video conference dengan seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang tersebar di 34 provinsi dalam rangka mengkomunikasikan perkembangan akhir tahun fiskal 2018 terkait penerimaan negara, pengeluaran negara dan pengelolaan aset negara di Aula Mezanine, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta, Senin (31/12/2018). (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan apresiasinya atas capaian dan kinerja jajarannya tahun 2018. Beberapa indikator utama capaian kinerja yang sangat membanggakan antara lain penerimaan perpajakan yang mencapai di atas 100%, belanja APBN dikisaran 95% serta defisit yang menurun.

AYO BACA : Menkeu: Indonesia Defisit 1,86%

Capaian kinerja ini terasa semakin membanggakan mengingat tahun 2018 dipenuhi gejolak perekonomian global yang sangat dinamis. Hal ini disampaikan Menkeu pada acara video conference dengan seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang tersebar di 34 provinsi dalam rangka mengkomunikasikan perkembangan  akhir tahun fiskal 2018 terkait penerimaan negara, pengeluaran negara dan pengelolaan aset negara di Aula Mezanine, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta, Senin (31/12/2018).

AYO BACA : Sri Mulyani Mengaku Dikecewakan oleh Bupati Cianjur Nonaktif

“Saya berterima kasih bahwa kita semua telah berhasil menyelesaikan tahun 2018. Yang saya dengar tadi baik dari Papua sampai Sumatera untuk peneriman pajak mungkin masih di bawah 100%. Namun bea cukai dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) rata-rata di atas 100%. Ini telah berkontribusi untuk pertama kalinya tahun 2018, APBN kita total penerimaan negara mungkin akan mencapai di atas 100%. Jadi ini adalah sesuatu yang sangat baik. Ini merupakan suatu milestone,” puji Menkeu setelah mendengar laporan dari para Kepala Kantor Wilayah termasuk dari unit vertikal lainnya.

Dengan bekal capaian kinerja tahun 2018 ini, Menkeu menyatakan optimismenya Kemenkeu akan siap menghadapi tahun 2019. Namun demikian, Menkeu tetap mengingatkan agar jajarannya tidak terlena dengan prestasi yang dicapai namun diharapkan semua pihak tetap menjaga kewaspadaan mengingat masih adanya ketidakpastian global dan dalam negeri yang masih dinamis, misalnya masih adanya ancaman perang dagang antara Amerika dan China serta mitra dagang strategisnya serta fluktuasi harga minyak dan indikator-indikator ekonomi makro lainnya.

“Tahun 2019 bukan tahun yang kita bayangkan akan jauh lebih ringan. Namun kita tidak terbebani. Untuk tahun 2019 kita masuki, InsyaAllah dengan seluruh perasaan optimisme. Namun tetap kita memiliki kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi," pungkas Menkeu.

AYO BACA : Uu Raih Penghargaan dari Sri Mulyani

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar