Yamaha

Bandung Pisan: Hanhan Produksi Camilan Khas Bandung Sebagai Buah Tangan

  Senin, 31 Desember 2018   Fathia Uqimul Haq
Batagor Hanhan. (Istimewa)

REGOL, AYOBANDUNGCOM--Tak perlu sulit buat membawa oleh-oleh dari Kota Bandung. Bosan dengan kue bolu yang manis, coba beralih membeli batagor, lumpia, atau siomay yang bisa dinikmati hangat di kota tujuan. Lho, kok bisa?

Salah satu UMKM yang berdiri sejak 2008 asal Kecamatan Regol membuat batagor, lumpia, dan siomay kukus dalam kemasan beku. Alasannya supaya bisa dibawa lebih lama di jalan atau bisa disimpan lama di kulkas.

Lumpia Hanhan menjadi jagoan di deretan produksi makanan beku merek Batagor Hanhan di Kota Bandung. Lumpia vegan ini berisi jamur, bengkuang, dan sayuran lainnya yang tanpa pengawet. Begitu pun dengan siomay kukus dan batagornya yang lebih dulu diproduksi.

Semua produk makanan itu dikemas dengan proses vakum dan beku supaya makanan tahan lama di kulkas sampai 6 bulan atau 36-40 jam di luar ruang. Sengaja, Lelly Cholidah Aziz mengembangkan pangsa makanan beku dari camilan khas Bandung ini supaya penjualan lebih luas dan tidak ada risiko basi. 

AYO BACA : Bandung Pisan: Hanhan, Batagor Frozen dari Kecamatan Regol

Terbukti, dalam sebulan, 1.000 kemasan batagor, 1.200 kemasan lumpia, dan 800 kemasan siomay kukus diproduksi di rumahnya yang berada di kawasan Sriwijaya, Regol, Bandung.

"Cara buatnya lumpia mentah digulung dengan isian sayur kemudian dikemas  dan ditaruh ke pendingin. Lumpia mesti digoreng terlebih dahulu hingga matang karena belum masuk tahap pematangan. Berbeda dengan batagor dan siomay kukus yang sudah matang 80%," ucapnya, Senin (31/12/2018).

Batagor Hanhan menjadi binaan Disperindag, Perikanan, dan Dinas Koperasi Pemprov Jabar sejak 2009. Bazar demi bazar ia lakoni supaya batagornya mampu dikenal pembeli. Sampai akhirnya pada 2010, Batagor Hanhan diajak pameran ke Malaysia.

Awal merintis merek Hanhan memerlukan energi yang besar sebab harus mampu mengibarkan bendera. Promo dan pameran selalu dia ikuti sambil menjadi binaan pemerintah.

AYO BACA : 'Berburu' Batagor Mozarella di Bandung

"Makin ke sini makin ringan, karena ada reseller jadi saya udah jarang ikut bazar," ujarnya, Senin (31/12/2018).

Kini ia fokus memproduksi dengan tiga karyawan di rumahnya. Pemesanan pun berdatangan dari para langganan hingga partai besar. Ia pun selalu menjaga hubungan baik  supaya tidak kehilangan pembeli.

"Baik itu hari ultah atau keagamaan saya selalu mengucapkan say hello walau enggak order," katanya.

Makanya, Batagor Hanhan kini menjangkau banyak reseller se-Indonesia. Produk batagor beku ini pun disukai pelanggan buat menjad buah tangan ke luar negeri.

Supaya menjadi sukses dalam berusaha, ibu tiga anak itu menyarankan jika ingin berjualan mesti fokus dan konsisten. Sebab merintis suatu merek memerlukan mental baja, keyakinan, dan keberanian.

"Jangan gengsi bawa produk ke pertemuan, ke reuni, jangan malu nawarin produk kita. Bagaimana orang bakal tahu kenal produk kita kalau tidak promosi," saran Lelly.

Sebagai pengusaha, Lelly selalu menjaga hubungan dengan para pembeli supaya mereka tetap nyaman dan menjadi teman. Dengan demkian, ia tidak kehilangan pembeli akibat sapaannya di hari-hari besar kepada mereka yang pernah memesan Batagor Hanhan.

AYO BACA : Yuk, Cicipi Batagor Taqqodaam yang Super Jumbo

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar