Yamaha

Manfaat Ponsel bagi Kehidupan

  Minggu, 30 Desember 2018   Netizen
Ilustrasi ponsel

Penduduk yang tinggal di kawasan terpencil sulit memperoleh akses ilmu pengetahuan dan kesehatan. Hasilnya adalah ketimpangan yang berkepanjangan antara penduduk desa dengan penduduk kota dengan segala konsekuensinya. 

Kemudian segalanya berubah. Aparat pemerintah dengan dukungan praktisi teknologi informasi, melakukan terobosan mengatasi kelemahan yang dialami penduduk desa. Mereka memanfaatkan penggunaan telepon pintar untuk mengatasi kesenjangan kesehatan, pengetahuan tentang pertanian, perkebunan, dan lainnya.

Aparat dan mitranya turun ke desa, menghimpun penduduk untuk sama-sama memanfaatkan telepon pintar yang diperkaya dengan berbagai aplikasi. Dalam waktu pendek, keadaan berubah karena penduduk cukup melihat HP untuk mencegah atau mengobati gangguan kesehatan. Tak perlu lagi jauh-jauh mengunjungi pusat-pusat kesehatan.

Berkat kerja sama aparat, praktisi teknologi informasi dan masyarakat, desa tumbuh secara mandiri. Penduduk memanfaatkan informasi dari telepon pintar untuk meningkatkan produktivitas perkebunan, peternakan, perikanan bahkan sekadar tanaman di halaman rumah.

Pola serupa ini telah dipratikkan di berbagai negara, terutama di benua Afrika. Dalam hal ini penghargaan secara khusus mesti diberikan kepada perusahaan teknologi informasi dengan karyawan bermurah hati dan sedikit memperoleh keuntungan.

Pengguna Telepon Seluler di Indonesia

Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif  telepon pintar di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Berarti Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina (574 juta pengguna), India, dan Amerika Serikat.

Disebutkan, pemerintah mesti meningkatkan penetrasi internet di pulau Jawa dan berbagai daerah lain di Indonesia. Pemerintah juga harus membuka jalan dan memberikan berbagai insentif agar industri digital ini bisa tumbuh, mendapat akses pendanaan dan diarahkn tidak hanya berorientasi bisnis.

Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana membangun akses Internet sampai ke desa. Pemerintah juga membuka kesempatan kepada pengembang untuk menyediakan aplikasi digital yang bisa membantu perkembangan potensi desa misalnya di bidang pertanian atau kelautan.

Perkembangan di Jawa Barat

Jumlah pengguna HP di kota Bandung diperkirakan melebihi jumlah penduduk karena satu orang memiliki dua HP. Meskipun demikian belum tentu HP digunakan untuk mendukung kegiatan yang meningkatkan produktivitas, tetapi sekadar chatting atau main games.

Dapat dibayangkan jika pengguna HP di perkotaan saja berlaku seperti itu, bagaimana dengan di pedesaan?

Penggunaan HP cuma untuk chatting dan main games merupakan kegiatan yang sia-sia, membuang waktu untuk hasil yang tidak produktif. Kenapa hal seperti ini terus berlangsung?

Konon, kultur manusia Indonesia lebih menyukai sesuatu yang bersifat lisan. Dengan demikian kehadiran HP dan  berbagai insentif dari provider merupakan karpet merah untuk pengguna yang senang berleha-leha.

Dalam hubungan ini, aparat pemerintah desa perlu melakukan sosialisasi tentang penggunaan HP buat  kegiatan yang produktif. Sosialisasi ini misalnya, dapat digandengkan dengan kampanye penerapan pengajuan  perizinan secara daring, yang berhasil mengurangi pungutan liar secara drastis. 

Sosialisasi tentunya harus dilakukan para pihak yang faham dengan perilaku pengguna HP yang umumnya generasi milenial. Tujuannya supaya ada chemistry diantara kedua pihak hingga memudahkan pencapaian target.

Farid Khalidi 

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE