Yamaha NMax

Rudiantara Tak Hadir, MWA Gagal Rapat Pleno Pilrek Unpad

  Jumat, 28 Desember 2018   Fathia Uqimul Haq
Sekretaris Eksekutif MWA Unpad, Erri Megantara. (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran (Unpad) gagal menggelar rapat pleno karena Ketua MWA, Rudiantara tidak hadir.

"Pertemuan saja, ketuanya tidak hadir, tidak ada pemberitahuan juga," kata Sekretaris Eksekutif MWA Unpad, Erri Megantara usai pertemuan dengan sejumlah anggota MWA, Jumat (28/12/2018).

Padahal, pihak Unpad telah meminta Rudiantara untuk hadir dalam pertemuan tanggal 28 Desember 2018 ini. Namun, tidak ada informasi alasan ketidakhadiran melainkan diganti oleh salah satu staf kementeriannya.

"Oleh karena itu dalam rangka tadi untuk pleno berikutnya, maka kita sepakat tadi di pertemuan ini akan mengutus perwakilan yang terdiri dari anggota MWA juga jajaran rektor unpad, kemudian fakultas dan akademik untuk datang langsung menghadap berkomunikasi dengan ketua MWA untuk segera melakukan rapat pleno," jelasnya.

AYO BACA : Paguyuban Pasundan Dukung MWA Unpad

Secepat mungkin, Erri menginginkan tanggal 6 Januari 2019 digelar rapat pleno untuk pemilihan rektor. Bersama anggota MWA lainnya, Erri sepakat agar mendelegasikan tiga orang untuk mememui Rudiantara secara langsung di Jakarta.

Ketiga orang tersebut yaitu Sekretaris Eksekutif MWA Erri Megantara, Ketua Senat Dekan Soekotjo Abdoelah, dan Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad.

Pasalnya, rektor definitif harus segera terpilih pada tanggal 13 Januari 2019. Kendati pun rapat pleno digelar tanggal 6 Januari, maka pilrek mesti cepat berjalan.

"Apa boleh buat kita maraton. Yang penting rapat pleno itu harus terwujud dulu supaya persoalan-persoalan administrasi yang lain karena dikhawatirkan MWA-nya seperti itu," ucap Erri.

AYO BACA : Sesepuh Alumni Unpad Kecam MWA Loloskan Calon Rektor Bermasalah

Hal itu juga mengantisipasi perubahan peraturan MWA terkait keabsahan penyelenggaraan rapat pleno jika tidak dihadiri ketua.

"Sehingga nanti perlu juga diusulkan bagaimana usulan ke depan kalau ketua tidak ada maka bisa wakil, wakil tidak ada, sekretaris, sekretaris tidak ada tapi bisa dimandatkan menunjuk salah satu anggota untuk bisa menyelenggarakan rapat pleno," tuturnya.

Karena, menurut Erri, target MWA ingin mengubah aturan supaya rapat  tidak hanya dipimpin oleh ketua dan wakil, tapi bisa oleh sekretaris. Akhirnya, mereka terbelenggu oleh peraturan MWA. Padahal, untuk melakukan pengubahan memerlukan rapat pleno yang harus dihadiri ketua. 

Agenda pertemuan tadi seharusnya membahas penggantian anggota MWA, aturan pengaduan masyarakat, klarifikasi proses peraturan, dan keberlanjutan pemilihan rektor tersebut.

"Jadi kita membicarakan seandainya tanggal 6 itu juga rapat pleno tidak bisa, tepatnya langkah-langkah apa yang akan kita lakukan diantara teman-teman di MWA," ujarnya.

Oleh karena itu, hasil pertemuan MWA meminta rektor dan senat akademik untuk bisa berkomunikasi dengan Ketua MWA supaya sesegera mungkin mengadakan rapat pleno.

AYO BACA : Pemprov Jabar dan MWA Unpad Bahas Pemilihan Rektor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar