Yamaha Mio S

Penerapan Prinsip GCG Tumbuhkan Kepercayaan Investor

  Kamis, 27 Desember 2018   Hengky Sulaksono
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani menjadi pembicara dalam diskusi Pengaruh GCG dalam Investasi di Dunia Perbankan di Kota Bandung, Kamis (27/12/2018).(Hengky Sulaksono/ayobandung.com)

ASIA AFRIKA, AYOBANDUNG.COM--Penerapan prinsip good corporate governance dianggap memiliki peran penting dalam investasi di dunia perbankan. 

Selain dapat menghindari penyalahgunaan sumberdaya dan menjaga keseimbangan bisnis, prinsip ini juga mendorong tumbuhnya kepercayaan publik terhadap perbankan.
 
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani mengatakan penerapan CGC bisa menjadi salah satu kunci bagi suatu perusahaan sehingga bisa terus berkembang dan memperoleh keuntungan jangka panjang lewat investasi yang masuk.
 
"Penerapan GCG ini berguna agar proses manajerial bisa berjalan baik dan efisien. Profesionalitas dalam mengelola perusahaan ini menjadi pertimbangan bagi para calon investor karena bisa mengurangi risiko kegagalan," kata Aviliani dalam diskusi Pengaruh GCG dalam Investasi di Dunia Perbankan di Kota Bandung, Kamis (27/12/2018).
 
Penerapan prinsip GCG ini merupakan hal yang tidak sama sekali baru di Indonesia. Prinsip ini mulai untuk coba diterapkan pada tahun 1999 dengan semangat untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, pemulihan ekonomi, serta menciptakan pemerintah yang bersih.
 
Pengamat ekonomi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Ekonomi Nasional ini juga mengatakan penerapan GCG punya peran untuk mensinkronisasi target bisnis dan aturan main yang berlaku dalam perusahaan sehingga penyimpangan usaha bisa dihindari.
 
"Kalau tidak ada GCG akan terjadi penyimpangan. Potensinya besar. GCG ini juga bisa menjembatani kepentingan pemilik dan manajemen. Kalau pemilik biasanya memikirkan bagaimana agar bisa dapat laba sebesar-besarnya, tapi kalau manajemen dia lebih ke bagaimana agar perusahaan bisa terus seimbang," katanya.
 
Kelebihan lain dari penerapan GCG ini menurut Avilliani dapat menangkal isu-isu politis yang berkembang dan berpotensi memberikan gangguan terhadap kinerja perusahaan. Bagi bank pembangunan daerah maupun badan usaha milik daerah, hal tersebut menjadi sangat penting karena BPD maupun BUMD rentan diterpa gangguan yang datang dari eksternal.
 
"BPD dan BUMN menjadi perusahaan yang paling rentan terhadap gangguan eksternal yang bersifat politis. Kalau swasta enggak, karena dia yang memilikinya pribadi. Semua BPD, tidak hanya bank tapi juga non bank yang mengelola dana publik harus go public supaya bisa menerapkan GCG dan lebih transparan," ujar Avilliani.
 
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Utama bank bjb, Agus Mulyana mengatakan peneraan GCG ini sudah menjadi komitmen bank bjb dalam setiap langkah menjalankan usahanya. Prinsip tata kelola yang baik, menurut dia, berfungsi menjaga langkah dan performa bisnis perusahaan agar sesuai dengan koridor yang berlaku.
 
"Menurut saya penerapan GCG itu mendorong bisnis lebih prudent. Ini juga bisa mensinkronisasi target dan aturan main. Dikaitkan dengan target yang dibebankan owner, kita punya sistem. Setiap aturan kita terapkan sistemnya sehingga yang dilakukan bank sesuai dengan prinsip GCG," kata Agus.
 
bank bjb sebagai bank umum yang mengemban misi sebagai penggerak dan pendorong laju pertumbuhan perekonomian daerah sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip GCG dan menyadari pentingnya penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam setiap langkah usaha bank bjb demi kepentingan stakeholder seperti para nasabah, investor, para pemegang saham serta masyarakat umum, termasuk insan bjb serta pihak lainnya.
 
Dalam rangka penerapan praktik GCG, bank bjb bertekad untuk menjadikan prinsip GCG yang sejalan dengan ketentuan sebagai landasan untuk menjalankan kegiatan usahanya. Dalam rangka memastikan penerapan lima prinsip dasar GCG, bank bjb melakukan penilaian terhadap penerapan GCG yang telah diimplementasikan oleh bank bjb.
 
"Kita akan mempertahankan posisi GCG yang sudah bagus. Sosialisasi mengenai GCG terus ditingkatkan. Tantangannya mungkin kita harus mengantisipasi gelombang teknologi aplikasi. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan teknologi tentu harus dibarengi dengan mekanisme dan kesiapan kita dalam memitigasi risiko-risiko yang berkembang," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar