Yamaha

Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan KBB Dilaporkan ke Bawaslu

  Kamis, 27 Desember 2018   Mildan Abdalloh
Ilustrasi pileg.

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Seorang warga Batujajar melaporkan Bupati dan Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) karena diduga menggiring guru honorer untuk memilih salah satu calon anggota legislatif.

Ketua Divisi Bidang Pencegahan Badan Pengawas Pemilu KBB Ai Wildani mengatakan, laporan dugaan pelanggaran kampanye oleh Bupati Aa Umbara dan Kepala Dinas Pendidikan Imam Santoso tersebut diterima oleh Bawaslu KBB pada 26 Desember 2018.

"Pelapor atas nama MR warga Batujajar. Dia melaporkan dugaan pelanggaran dengan membawa alat bukti berupa rekaman video," tutur Ai, Kamis (27/12/2018).

Berdasarkan keterangan, pelapor baru mendapatkan rekaman video pada 25 Desember dan melaporkannya pada 26 Desember.

"Laporan tersebut sedang kami kaji apakah memenuhi unsur atau tidak," ujarnya.

Sesuai dengan aturan, Bawaslu harus menindaklanjuti laporan maksimal 24 jam setelah laporan diterima. Bawaslu KBB, kata Ai, akan melakukan rapat pleno terkait laporan tersebut hari ini.

"Pleno bawaslu untuk menetapkan apakah laporannya bisa diregister atau tidak," katanya.

Jika dipandang alat bukti masih kurang, Bawaslu KBB akan meminta pelapor untuk melengkapinya dengan tenggat waktu maksimal tiga hari.

"Jika sudah teregister, kami mempunyai waktu 14 hari untuk menyelesaikannya," katanya.

Ai melanjutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dugaan ajakan memilih oleh Bupati dan Kepala Dinas Pendidkan KBB dilakukan pada November lalu.

Dari rekaman video tersebut, Aa Umbara meminta guru honorer untuk memilih dua anaknya yang saat ini sedang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat. Sementara itu, Imam Santoso turut dalam acara tersebut dan menegaskan pernyataan Aa untuk memilih dua anak Aa Umbara.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar