Yamaha Mio S

Aktivis Lingkungan Minta Pemerintah Daerah di Jabar Lakukan Mitigasi Bencana

  Kamis, 27 Desember 2018   Adi Ginanjar Maulana
Aktivis lingkungan hidup Aang Hamid Suganda

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM–Aktivis lingkungan hidup Aang Hamid Suganda mengajak semua stakeholder di Jawa Barat untuk duduk bersama guna membangun kolaborasi dan gotong royong dalam upaya mitigasi bencana alam di provinsi tersebut.

Dia menjelaskan, perkembangan teknologi yang mendukung mitigasi bencana alam sudah mutakhir. Kondisi ini bisa dimanfaatkan segera. “Kehadiran teknologi dalam bidang mitigasi bencana alam jelas mempermudah kita mengetahui potensi bencana. Namun, itu saja belum cukup, kita harus membangun semangat pencegahan ini secara masif antara pemerintah dan masyarakat umum,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, bencana alam di Jabar sangat tinggi yang tersebar di 25 kabupaten dan kota di Jabar. Sebagian besar wilayah di Jabar memiliki potensi bencana alam yang serius. 

"Data yang saya peroleh dari 27 Kabupaten Kota di Jabar, hanya Kota Bekasi dan Kota Depok yang relatif aman dari bencana alam. Untuk semua stakeholder harus di Jabar mulai pembuat sampai pelaksana kebijakan harus gotong royong menuntaskan pekerjaan rumah ini,” katanya.

Aang mengimbau agar penataan kawasan Jabar ini bisa menjadi gerakan yang melibatkan semua unsur di Jabar. Masyarakat harus diberi pemahaman mengenai potensi bencana alam dan menjadi bagian dari gerakan ini. “Saya yakin kalau semua unsur ikut ambil bagian dalam gerakan ini, maka pencegahan dampak bencana ini bisa diminimalisasi," katanya.

Dia meminta pemerintah daerah di Jabar perlu tegas tidak memberikan izin penggunaan lahan hijau untuk pembangunan. “Potensi bencana alam paling banyak itu adalah longsor dan banjir, dan ini sebagian besarnya ditimbulkan ulah manusia. Setop upaya merusak lingkungan sekarang juga,” tegasnya.

Kepala BPBD Jabar Dicky Saromi menyatakan, wilayah selatan dan tengah Jabar termasuk daerah yang memiliki potensi bencana longsor dengan kategori tinggi. Merujuk peta zona kerentanan gerakan tanah 25 daerah di Jabar termasuk rawan bencana longsor. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) pada bulan November ini menyatakan, sebanyak 428 kecamatan di Jawa Barat (68,26 persen) berada dalam kategori menengah sampai tinggi gerakan tanah.  

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar