Yamaha

12.000 Jemaat Hadiri Misa Natal Katedral Santo Petrus Bandung

  Selasa, 25 Desember 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ribuan umat kritiani khidmat melaksanakan Misa Natal di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Selasa (25/12/2018). (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Rangkaian kegiatan Natal tahun 2018 di Gereja Santo Petrus Bandung dipersiapkan oleh 30 orang panitia selama dua bulan terakhir. Persiapan terdiri dari bagian internal dan eksternal.

Bagian internal meliputi persiapan pelaksanaan yang berkaitan dengan liturgi Natal (kegiatan di dalam gereja), konsumsi, tenda, dan sebagainya. Sedangkan bagian eksternal meliputi persiapan keamanan, rekayasa lalu lintas, dan parkir. 

Seksi Komunikasi dan Sosial Gereja Santo Petrus Bandung, Amanda menyampaikan seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan Natal tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar berkat dukungan dari banyak pihak. Terlebih pada malam Natal, lebih 12.000 jemaat tumpah memenuhi gereja untuk berdoa.

AYO BACA : Bawa Pesan Damai, Misa Natal di Katedral Santo Petrus Berjalan Khidmat

Meski begitu diakui Amanda, kapasitas bagian dalam gereja sekitar 700-800 umat, plaza dan aula 700 umat, penambahan kursi di tenda luar 700 umat. Jumlah umat yang hadir setiap jam misa diperkirakan 2000-2500 umat. Alhasil total dari empat atau lima rankaian misa bisa mencapailebih dari 12.000 jemaat.

Tapi kalau dilihat sampai ke area luar gereja, malam Natal tahun ini bisa mencapai 12.000-15.000 jemaat. Kami panitia pun baru selesai pada pukul 04.00 WIB pagi tadi, ungkap Amanda saat ditemui, Selasa (25/12/2018).

Bukan hanya itu, pohon Natal Gereja Katedral Santo Petrus tahun ini adalah karya dari OMK (Orang Muda Katolik). Tema yang diambil adalah Winter is Coming. Adapun seluruh dekorasi bagian dalam dan pohon Natal dikerjakan secara bergotong royong.

AYO BACA : Ridwan Kamil Sebut Ibadah Natal di Jabar Aman

Material yang digunakan sebagian besar adalah material yang dikumpulkan secara bersama-sama, khususnya barang-barang bekas. Hal ini untuk mendukung gerakan mencintai lingkungan, dan meningkatkan kreatifitas anak-anak muda, lanjut Amanda.

Proses pengumpulan material kurang lebih selama 2 bulan, instalansi pemasangan selama 1 minggu sebelum Natal. Walaupun terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan pohon-pohon Natal sebelumnya namun makna kesederhanaan, kekompakan, dan kebersamaan terdapat di balik pembuatan pohon Natal tahun ini.

Karena pesan Natal tahun ini kita harap agar manusia bisa lebih baik, bermartabat, dan bisa memanudiakan manusia. Jadi bukan hanya pesta, sorak-sorai tapi meresapi kedataangan Tuhan ke dunia, katanya.

Sementara itu, jemaat asal Cicaheum, Kota Bandung, Rian Patmos menambahkan, pesan yang disampaikan Kepala Pastor Gereja Katedral Santo Petrus Bandung Leo Van Beurden bahwa pada Natal tahun ini yakni memaknai 'Yesus Kristus Hikmat bagi Kita'.

Kegiatan misa Natal dan pemaknaannya seperti biasa, hidmat dan khusyuk. Pesan dari pastur pun supaya kita lebih pedulu terhadap sesama dan menjadi pembawa damai seperti Yesus. Kami juga berharap di 2019 Indonesia semakin baik, damai, dan lebih baik lagi dari sebelumnya, tuturnya.

AYO BACA : Pohon Cemara dan Perayaan Natal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE