Yamaha Lexi

Pohon Cemara dan Perayaan Natal

  Senin, 24 Desember 2018   Andres Fatubun
Ilustrasi perayaan natal.(Wikipedia)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Perayaan natal di seluruh dunia tidak akan terpisahkan dengan pohon cemara. Pohon natal menjadi ikon di rumah, mal, kantor, hotel, bandara, rumah sakit, dan berbagai tempat. 

Pohon yang sering digantungi dengan lampu kerlap-kerlip, hiasan, dan hadiah itu adalah kebudayaan suatu masyarakat dan bukan bagian dari liturgi gereja.

Ikon natal tersebut pertama kali digunakan oleh orang Jerman pada abad 16 sebagai tradisi. Pohon cemara dipilih karena satu-satunya pohon yang tetap berwarna hijau saat musim dingin tiba. Disaat pohon lain membeku tertutup salju dan menjadi putih, pohon cemara tetap hijau dan menjulang tinggi.

Orang Jerman menganggap pohon cemara yang hijau sebagai simbol harapan, bahwa musim dingin akan berlalu dan musim semi akan segera tiba. 

Bagi penganut ajaran Paganisme, pohon cemara dipercaya ampuh mengusir kuasa jahat. Sehingga mereka memasang daun cemara yang dirangkai menjadi lingkaran sebesar  ban motor di pintu masuk rumah. 

Mereka juga memotong pohon cemara seukuran tinggi orang dewasa untuk dipajang dalam rumah.

Seiring waktu, tradisi tersebut terendus industri. Mereka mengomersialkan pohon natal dengan membuat tiruannya dari bahan plastik. Pohon natal tiruan semakin marak digunakan seiring dengan pembatasan penebangan pohon cemara di sejumlah negara. 

Sementara dalam ajaran Katolik, asal usul pohon natal dimulai di abad ke-8. Tokoh utamanya adalah St. Bonifasius yang hidup antara 675-754. 

Dikutip dari katoliksitas, Bonafasius adalah seorang uskup Inggris yang menyebarkan iman Katolik di Jerman. 

Ketika ia meninggalkan Jerman untuk belajar di Roma 15 tahun lamanya, umatnya kembali mempraktikan ajaran pagan dengan mempersembahkan korban di bawah pohon

Bonafasius marah dan menebang pohon oak. Umatnya tak tinggal diam. Mereka mempertanyakan bagaimana tetap merayakan natal. Bonafasius lalu memilih pohon cemara yang melambangkan damai dan kekekalan. 

Dalam ajaran Kristiani pohon natal ini tidak bertentangan dengan iman. Pohon natal mengingatkan misteri kasih Allah Trinitas yang abadi. Hal itu dinyatakan dengan kelahiran Yesus demi menebus dosa manusia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar