Yamaha

Muliakan Perempuan, Muliakan Ibu

  Jumat, 21 Desember 2018   Netizen
Ilustrasi. (globalwomenconnected)

“Kasih ibu kepada beta tak tehingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”

Lirik lagu tersebut tampaknya sudah cukup menggambarkan betapa mulianya sosok ibu di kehidupan kita. Ibu yang melahirkan dan membesarkan kita dengan kasih sayang hingga saat ini. Bahkan apa yang telah kita capai kini tidak luput dari setiap doa yang selalu ia panjatkan untuk anaknya.

Ibu merupakan sosok yang mempunyai andil paling besar dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Atas besarnya jasa ibu itu, Indonesia memperingati hari ibu setiap tanggal 22 Desember.

Tanggal 22 Desember dipilih sebagai hari ibu lantaran pada 90 tahun lalu diselenggarakannya kongres wanita di Yogyakarta untuk membahas isu terkait kesejahteraan kaumnya. Lalu pada peringatan kongres ke-25, Presiden pertama RI Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu.

Sayangnya, mulianya peranan sosok ibu dalam kehidupan kita belum sebanding dengan perlakuan yang didapatkannya. Angka kasus kekerasan dalam tumah tangga yang dialami oleh seorang ibu pun masih tinggi. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi kasus terbanyak yang diadukan setiap tahun. Jumlah kasus KDRT yang diadukan selama tahun 2017 terdapat sekitar 300 ribu kasus.

Salah satu faktor KDRT ini adalah karena masih maraknya budaya patriarki di negara kita ini. Selain itu, minimnya pendidikan gender juga menjadi faktor tingginya kekerasan pada perempuan. Ketimpangan gender dalam keluarga membuat kasus KDRT semakin meningkat.

Kasus penjualan istri oleh suami untuk dijadikan pekerja seks komersial masih sering kita temukan di Indonesia. Salah satu kasusnya adalah yang dilakukan oleh salah satu warga kota Demak pada 4 April 2018. Ia menjual istrinya untuk digauli secara bersama-sama. Ia memaksa istrinya untuk melakukan hubungan intim bersama-sama dengan dua hingga tiga pria sekaligus termasuk dirinya. Hal tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

Kekerasan Pada Perempuan
Sosok ibu berasal dari kaum perempuan. Memang tidak semua perempuan adalah seorang ibu, tapi seorang perempuan kelak akan menjadi seorang ibu. Angka kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan di Indonesia tinggi.

Menurut Komnas Perempuan, kasus kekerasan seksual di Indonesia sudah darurat. Lembaga tersebut mencatat pada tahun 2014 terdapat 4.475 kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak perempuan. Angka tersebut meningkat pada 2015 menjadi 6.499 kasus dan di 2016 menjadi 5.785 kasus.

Melihat banyaknya kasus kekerasan pada perempuan yang terjadi, Pada tanggal 25 November - 10 Desember yang lalu Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan menggelar kampanye 16 hari anti kekerasan pada perempuan di setiap tahunnya. Kampanye ini merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Butuh Perlindungan
Tidak adanya undang-undang yang melindungi kaum perempuan dari kekerasan menjadi salah satu penyebab kekerasan pada perempuan masih kerap kita temui hingga saat ini. Desakan dari berbagai pihak pun datang agar pemerintah segera membuat dan mengesahkan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) pada perempuan.

Desakan-desakan tersebut datang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khususnya kepada Panitia Kerja Komisi VIII DPR untuk segera menyusundan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Namun sayangnya hingga saat ini RUU tersebut masih belum terlihat perkembangannya.

Lambatnya pergerakan DPR dalam menyusun RUU PKS ini tentu masih memberi kesempatan pelaku yang umumnya berasal dari kaum laki-laki untuk melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan.Dibutuhkannya peran pemerintah untuk terjun langsung dalam memantau perkembangan RUU PKS ini agar tidak berhenti dan terlupakan begitu saja.

Maraknya kasus kekerasan pada perempuan yang merupakan seorang calon ibu dan kasus KDRT yang menimpa seorang ibu tentu sangat miris. Timbul perasaan geram dan kesal saat mendengar dan membaca kasus-kasus kekerasan pada orang yang berhati mulia ini. Besarnya peranan seorang ibu dalam kehidupan setiap orang ternyata belum bisa menjadi batasan seseorang untuk tidak melakukan kekerasan pada ibu dan kaum asalnya.

Belum lagi kasus-kasus kejahatan seorang anak kepada ibunya yang telah mengandungnya sembilan bulan. Padahal, ibu adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita.

Bulan Desember telah tiba. Sebentar lagi kita akan merayakan Hari Ibu Nasional. Teruntuk seluruh ibu yang ada di Indonesia, selamat hari ibu! Semoga kaummu dapat diperlakukan dengan mulia, semulia peranmu dalam kehidupan kita semua.

Vichela Regina Aprillia
Mahasiswi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar