Yamaha Lexi

Bobotoh dan Jakmania 1 Tribun, Bisakah?

  Rabu, 19 Desember 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bobotoh dan Jakmania

BATUNUNGGALAYOBANDUNG.COM--Kejadian tragis meninggalnya salah seorang suporter Persija pada September 2018 memberi dampak tersendiri bagi Persib. Persib yang menyelesaikan kompetisi Liga 1 2018 di posisi keempat dievaluasi keseluruhan oleh manajemen, termasuk bobotoh. 

Di sisa musim 2018 lalu, "hilangnya" bobotoh bukan hanya mengakibatkan turunnya penampilan Persib, tapi juga kerugian finansial karena laga kandang usiran harus dijalani di luar Pulau Jawa.

Meski begitu, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahyono mengakui kejadian di September lalu bisa jadi momentum untuk Persib menjadi lebih baik, termasuk kerasnya rivalitas antara bobotoh dan jakmania.

AYO BACA : PSSI Bentuk Komisi Ad Hoc, Ini Respons Persib

Teddy menyatakan, Persib memang menjalin komunikasi dengan pentolan bobotoh dari berbagai kelompok. Bahkan ia mengakui hubungan para pentolan bobotoh dan Jakmania terjalin dengan baik. Namun, yang menjadi masalah adalah ketidaksepahaman di akar rumput.

Teddy menuturkan, bisa saja kedua suporter 'dipaksa' untuk bersinggungan langsung di dalam stadion. Namun, tentunya dengan pengamanan ketat di awal masa percobaan.

"Kalau kita sekat-sekat, konflik (bobotoh dan jakmania) itu makin runcing. Tapi kalau kita bisa inisiasi melalui pertolongan suporter. Misal pada saat Persib lawan Persija di GBLA, ok, kita coba 500 orang The Jak dikawal oleh Bobotoh, benar-benar dijaga," ungkap Teddy.

AYO BACA : Alex Ferguson Diminta Turun Gunung Bereskan Manchester United

Hal ini diakui Teddy untuk mecairkan rivalitas yang mengakar. Persib juga, kata dia, bisa menyediakan lima hingga 10 bus untuk Jakmania yang dibantu komunitas bobotoh dari manapun. 

"Dari kita sosialisasi dan edukasi (dengan pentolan bobotoh) sudah, karena lama-lama makin tidak karuan konfliknya, sudah di luar batas," jelas Teddy.

Meski hingga kini tidak ada yang mengetahui pangkal rivalitas kedua suporter terbesar di Indonesia ini, menurut Teddy, dengan usaha dan kerja sama bukan tidak mungkin ketegangan kedua belah pihak akan mencair. Ujungnya, keduanya benar-benar berada di satu tribun yang sama. 

"Okelah rivalitas, tapi jangan sampai kebablasan kayak begitu. Saya sih kalau mau mencairkan mesti mulai dari semua, kalau semakin dilarang malah makin memuncak dan tidak akan beres," lanjutnya.

Di sisi lain, Teddy mengaku optimistis ketegangan kedua kubu suporter akan mencair di masa mendatang.

"Tapi kita tidak bisa hanya bicara di atas tanpa implementasi ke bawah. Kalau misal benar-benar dikawal 200-300 orang dijagain oleh bobotoh kita saja, lama-lama makin besar jadi satu tribun khusus," tuturnya.

AYO BACA : Hampir Bersamaan, Tiga Tahun Lalu Mourinho Dipecat Chelsea

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar