Yamaha NMax

Ganti Rugi Belum Tuntas, Jalur R3 di Kota Bogor Ditutup?

  Selasa, 18 Desember 2018   Husnul Khatimah
Pemberitahuan soal ganti rugi.

BOGOR TIMUR, AYOBANDUNG.COM--Polemik ganti rugi lahan seluas 1.987 meter di jalur R3, yang merupakan jalur alternatif di Kota Bogor, belum tuntas. Hingga sekarang, Pemerintah Kota Bogor yang belum membayarkan lahan milik Siti Khodijah mau tidak mau harus menutup jalan tersebut.

Penutupan jalan harus dilakukan sesuai dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bogor dengan nomor perkara 64/Pdt.G/2018/PN.BGR, yang tertuang dalam akta perjanjian damai tertanggal 19 September 2018.

Dalam akta tersebut tertera di Pasal 12 huruf (c), bahwa para tergugat pihak Pemkot Bogor akan menutup jalan R3 yang berada di atas tanah milik penggugat apabila tidak dapat melaksanakan pembayaran sama sekali paling lambat 14 Desember 2018.

Mengenai putusan majelis hakim tentang penutupan jalan tersebut, Pemerintah Kota Bogor pun telah menyosialisasikannya melalui dua spanduk yang terpasang di sekitar lahan milik Siti Khodijah. Spanduk itu berisikan permintaan maaf sekaligus imbauan bahwa Jalan R3 akan dialihkan.

"Mohon Maaf Kepada Pengguna Jalan R3, akan ada pengalihan arus sebagian ruas jalan r3 berdasarkan surat pengadilan negeri bogor nomor perkara 64/Pdt.G/2018/PN.BGR'," begitu isi spanduk tersebut yang dilengkapi lambang Pemkot Bogor.

Meski demikian, hingga Selasa (18/12/2018) siang berdasarkan pantauan di lapangan, belum terlihat adanya penutupan ataupun pengalihan arus di ruas jalan yang berada di Kelurahan Katulampa tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya akan mematuhi keputusan majelis hakim tersebut yang berarti akan melakukan pengalihan arus. "R3 ini kan kesepakatan pengadilan. Kita harus patuhi itu," ujar Bima.

Dia mengatakan, saat ini pihak Pemkot Bogor tengah melakukan appraisal (penilaian) ganti rugi lahan milik Siti Khodijah yang belum dibayarkan. Sementara itu, untuk pembayaran lahan, menurut Bima, akan dilakukan pada tahun 2019 menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.

"Sekarang dilakukan appraisal, kemudian kan sudah dianggarkan di APBD 2019 untuk alokasi R3 jadi Januari nanti akan selesai persoalannya," kata Bima.

Di satu sisi, terkait pengalihan arus, Bima mengaku pihaknya harus melakukan hal itu dan mengupayakan akses warga tak terganggu. Namun di sisi lain, tetap harus mematuhi keputusan majelis hakim.

"Untuk sementara ini akan diberikan cara secara teknis, sedang dikoordinasikan di lapangan. Ada kemungkinan untuk warga untuk mengakses dari sisi yang lain tapi tetap kita harus hormati keputusan majelis hakim," katanya.

Polemik persoalan jalur R3 sudah bergulir sejak lama. Pembangunannya sudah dimulai sejak 2014. Pada Februari 2018, jalur tersebut sempat ditutup oleh pemilik lahan dengan menggunakan tumpukan tanah. Penutupan jalur penghubung antara Bantarjati dan Katulampa itu dilakukan karena proses ganti rugi yang belum selesai. Saat itu, pemilik lahan ingin ganti rugi melalui ruislag (tukar guling tanah).

Namun demikian, proses tukar ganti tanah tidaklah mudah karena membutuhkan waktu yang panjang, mulai dari tahapan penilaian layak atau tidaknya objek untuk di-ruislag hingga persetujuan DPRD.

Dalam perkembangannya, pemilik lahan menyetujui ganti rugi dilakukan dengan pembayaran uang tunai. Namun, hingga saat ini ganti rugi yang telah disepakati belum kunjung tuntas.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar