Yamaha Lexi

Pemkab Bandung Layak Miliki 5% Saham Geo Thermal

  Kamis, 13 Desember 2018   Mildan Abdalloh
Bupati Bandung Dadang M. Naser. (Dok Humas Pemkab Bandung)

CIWIDEY, AYOBANDUNG.COM--Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 23 Tahun 2017, pemerintah daerah (pemda) berhak mendapatkan bonus produksi panas bumi (geo thermal). Bonus tersebut ditujukan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat yang tinggal di area potensi panas bumi.

Namun Bupati Bandung Dadang M. Naser menilai, perlu adanya regulasi dan dukungan kepada pemerintah daerah untuk lebih merasakan hasil dari pengusahaan potensi yang ada. Keuntungan dari kepemilikan energi panas bumi, baru dirasakan masyarakat dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan bonus.

AYO BACA : Pemkab Bandung Ingin Miliki Saham Perusahaan Geothermal

“Kami ingin pusat melibatkan pemda dalam kepemilikan saham 5% atas kekayaan alam geo thermal. Kalau untuk energi gas alam dan minyak bumi kan daerah lain sudah dapat 5% saham, sedangkan dalam undang-undang tidak diatur untuk geo thermal ini,” ungkap bupati seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Kamis (13/12/2018).

Terlebih lagi, potensi geo thermal di Kabupaten Bandung hampir mencapai 3.000 mega watt. Menurutnya Ini sangat memungkinkan perusahaan geo thermal yang sudah ada, untuk lebih mengembangkan eksplorasinya.

AYO BACA : Sri Mulyani: Indonesia Harus Banyak Belajar Kembangkan Geotermal

“Potensi yang bisa dihasilkan Geo Dipa ada di angka 400 mega watt, baru termanfaatkan 60 mega watt. Meskipun biaya eksplorasi listrik energi geo thermal ini lebih tinggi dari energi minyak dan gas, tapi biaya operasional dan biaya produksinya lebih rendah. Jadi kami rasa tidak berlebihan jika pemda memiliki 5% saham dan selanjutnya diberikan hak untuk membeli saham,” imbuh Dadang Naser.

Selama ini, terang dia, penerimaan DBH dan bonus dari kekayaan alam geo thermal yang ada di Kabupaten Bandung, dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan bagi area sekitar wilayah kerja produksi geo thermal.

“Di wilayah Kamojang, Wayang, Windu, Darajat, Patuha dan Area Cibuni, kurang lebih 700 megawatt energi listrik yang dihasilkan perusahaan geo thermal di Kabupaten Bandung. DBH dan bonus yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, merupakan solusi atas keluhan warga yang tinggal di wilayah tersebut,” terang Dadang Naser.

Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas Program CSR (Corporate Socical Responsibility) dan Community Development dari GDE, karena masyarakat dapat memperoleh manfaat secara langsung.

“Kami sangat berterima kasih kepada GDE melalui CSR dan Community Development, masyarakat di 3 desa yaitu Desa Panundaan, Sugihmukti dan Desa Alamendah sudah bisa merasakan manfaat listrik. Selain itu juga ada sekolah binaan, bantuan bagi siswa kurang mampu, infrastruktur, rumah ibadah, rumah tahfiz Qur’an, dan berbagai kegiatan sosial lainnya,” tutup Dadang.

AYO BACA : Membumikan Geothermal Lewat Geology Student Competition 2018

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar