Yamaha Aerox

Ridwan Kamil Jamin Produk dari Pesantren Dikawal hingga Pemasaran

  Kamis, 13 Desember 2018   Mildan Abdalloh
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat launching pesantren juara di Rancabali Kabupaten Bandung, Rabu (12/12/2018).(Mildan/ayobandung.com)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong pesantren mempunyai produk untuk pemberdayaan ekonomi.

Gubernur yang akrab disapa Emil tersebut mengatakan, Pemprov Jabar mempunyai program pesantren juara, yakni One Pesantren One Product (OPOP) yang merupakan salah satu dari 17 program unggulan.

"Kami dorong agar semua pesantren mempunyai produk untuk kemandirian ekonominya," tutur Emil saat launching pesantren juara di Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (12/12/2018).

Di Jabar, kata Emil, terdapat 9.000 pesantren, namun hanya segelintir yang telah mandiri dari sisi ekonomi. 

AYO BACA : Ulama-Umaro Kompak, Ridwan Kamil: Rakyat Selamat

Dengan OPOP, ke depan pesantren bisa mandiri secara ekonomi dan tidak mengandalkan pemerintah maupun sumbangan dari orang tua santri.

"Banyak produk yang bisa dikembangkan dan diproduksi oleh pesantren," ujarnya.

Dia mencontohkan pesantren Al Itifaq yang berhasil mengembangkan wisata argoreligi, yakni konsep pertanian yang dipadukan dengan wisata.

Dengan produk tersebut, Alitifaq menjadi pesantren yang mampu mandiri secara ekonomi. Bahkan, pendapatan yang didapat setiap bulan mencapai Rp200 juta sehingga pendidikan di pesantren tersebut gratis.

AYO BACA : Ridwan Kamil Luncurkan Pesantren Juara di Rancabali, Ini Keunggulannya

"Kalau Al Itifaq bisa, kenapa tidak dikembangkan di semua pesantren di Jabar," katanya.

Jika pesantren telah mempunyai produk unggulan, lanjut Emil, Pemprov Jabar tidak akan berpangku tangan.

"Kami akan memastikan pembelinya. Tidak akan membiarkan pesantren terus memproduksi, tapi sulit pemasaran," ujarnya.

Produk yang dimiliki pesantren akan dibantu dipasarkan, supaya kebelangsungan ekonomi pesantren bisa terus belanjut.

"Saya banyak jaringan, akan ditanya butuhnya apa, nanti sebarkan," ucapnya.

Melalui OPOP, Emil menargetkan dalam lima tahun ke depan, pesantren bisa mandiri secara ekonomi.

AYO BACA : OPOP, Program Pemprov Jabar untuk Membuat Pesantren Mandiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar