Yamaha NMax

Pemekaran Wilayah di Jabar Terhambat Moratorium

  Jumat, 07 Desember 2018   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Target pemekaran sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga saat ini masih berada dalam tahap pendiskusian. Namun, langkah konkret belum dapat dilaksanakan selama peraturan moratorium alias penghentian pemekaran daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota oleh pemerintah pusat belum dicabut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ketika ditemui di Gedung Sate, Jumat (7/11/2018).

AYO BACA : Rindu Dukung Pemekaran Subang Utara

"Ya pintu pertamanya datang dari pencabutan moratorium dulu. Kalau moratorium itu belum dicabut kita belum bisa melakukan persiapan-persiapan yang jelas," ujar Emil, sapaan akrabnya. 

Bila moratorium dicabut, katanya, Pemprov Jabar akan segera menyiapkan pemekaran sejumlah daerah. Berdasarkan janji kampanye, jumlah wilayah yang akan dimekarkan ada 12 daerah.

AYO BACA : Jadi Gubernur, Ridwan Kamil Dorong Pemekaran di Jawa Barat

"Janji politiknya kan tahun 2019 dicabut, kalau sudah dicabut, barulah kita akan menyiapkan (daerah) yang paling siap. Sebanyak-banyaknya, yang sudah siap dan masuk akal," jelasnya.

Idealnya, Emil mengatakan, per 1 juta penduduk memiliki satu perangkat pemerintahan yang berada dalam satu daerah. 

"Rasionya per 1 juta penduduk satu daerah. Jawa Timur penduduknya 40 juta orang, daerahnya 38, jadi satu daerah sudah 1 jutaan orang," ungkapnya.

Rencananya, kawasan Jabar Selatan akan menjadi salah satu daerah yang dimekarkan.

"Semua yang selatan-selatan, kalau Bogor spesifik terlalu besar untuk jadi kabupaten," pungkasnya.

AYO BACA : Uu Desak Pemerintah Pusat Kabulkan Pemekaran Jabar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar