Yamaha Lexi

Lalu lintas Udara dalam Statistik

  Kamis, 06 Desember 2018   Andres Fatubun
Gambaran penerbangan yang melintas di langit Indonesia pada Kamis (6/12/2018) pagi. (flightradar)

Masih ingatkah pada peristiwa baru-baru ini, yaitu kecelakaan pesawat Lion Air JT 610? Pesawat yang jejaknya hilang pada 29 Oktober 2018 di perairan Tanjung Karawang. Sampai saat ini kasusnya belum tuntas karena masih dicari penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Dilansir Statista per 16 Agustus 2018, Indonesia menduduki peringkat ke delapan negara dengan tingkat kecelakaan pesawat terbanyak dengan kasus mencapai 98 sejak 1945.

Mengesampingkan kejadian tersebut dan kejadian lain yang serupa terkait kecelakaan pesawat, kebutuhan akan transportasi udara semakin meningkat. Walaupun hampir setiap tahun terjadi kecelakaan tragis yang menewaskan banyak penumpang dan awak pesawat, namun jumlah penerbangan dan penumpang pesawat semakin meningkat.

Kelebihan dari moda transportasi udara adalah waktu tempuh yang cukup singkat untuk jarak yang jauh dibanding moda transportasi lainnya. Disamping itu wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan juga merupakan alasan lain pentingnya transportasi ini karena sangat membantu mobilitas penduduk antarpulau.

Hilir mudiknya pesawat di udara mungkin tidak terlihat jelas oleh masyarakat luas, karena hanya sesekali melintas di langit, berbeda dengan penduduk yang tinggal di dekat bandara yang lebih sering melihat keberangkatan dan kedatangan pesawat.

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah keberangkatan pesawat untuk penerbangan dalam negeri tahun 2017 mencapai 969.580 atau sekitar 2.656 pesawat dalam negeri terbang setiap harinya di langit Indonesia. Jumlah ini meningkat dari tahun 2013 yang hanya mencapai 796.788 atau meningkat sekitar 5,03 persen dalam lima tahun terakhir.

Seiring dengan peningkatan jumlah penerbangan, jumlah keberangkatan penumpang pesawat pada penerbangan dalam negeripun meningkat. Pada tahun 2013 berjumlah 73.594.917 dan terus meningkat setiap tahunnya hingga pada tahun 2017 terdapat 90.744.365 penumpang dalam negeri.

Selain itu, jumlah barang dan bagasipun ikut meningkat seiring meningkatnya jumlah penumpang.Jumlah keberangkatan penerbangan ke luar negeripun terus merangkak naik.

Pada tahun 2013 hanya sekitar 89.375 penerbangan sedangkan pada tahun 2017 mencapai 109.284 penerbangan.

Selain catatan tahunan, rutin setiap bulan BPS mencatat jumlah keberangkatan penumpang di lima Bandara Utama Indonesia meliputi Kualanamu, Soekarno Hatta, Juanda, Ngurah Rai, dan Hasanuddin. Dalam jangka waktu Januari-September 2018 mengalami pasang surut, tetapi masih dalam jumlah yang wajar. 

Jumlah penumpang yang berangkat dari lima bandara udara utama sebanyak 3.632.529 pada bulan Januari 2018 dimana 0,5 persennya merupakan penumpang yang berangkat dari Soekarno Hatta. Sedangkan bulan Agustus sebanyak 3.120.777 penumpang. Terakhir bulan September yaitu sebanyak 3.680.041 penumpang.

Perkembangan jumlah penumpang pesawat yang terus naik setiap tahunnya merupakan indikator naiknya daya beli atau kemampuan mayarakat dalam menggunakan moda tranportasi yang satu ini.

Hal tersebut bisa menjadi penyemangat pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas transportasi ini di segala aspek dan dapat menjadikan sebagai moda transportasi unggulan.

Dengan meningkatnya jumlah penumpang dan jumlah penerbangan, bagaimana kondisi bandar udara dan keberadaan pesawat di Indonesia?

Hingga tahun 2017 terdapat 297 bandar udara untuk penerbangan sipil, dan 101 di antaranya atau sebanyak 30 persen bandar udara yang ada berstatus non aktif. Bandar udara yang tidak aktif didominasi oleh bandara untuk penerbangan domestik. Padahal layanan yang lebih banyak untuk penerbangan domestik kedepannya akan sangat diperlukan masyarakat.Sementara bandar udara yang melayani penerbangan internasional ada sebanyak 31 berstatus aktif dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Disamping itu hingga saat ini sudah ada 100 pemilik pesawat terbang menurut klasifikasi operasinya.

Jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai saat ini.

Kemudian sampai tahun 2017 Kementerian Perhubungan menyebutkan terdapat 11.849 pilot yang menerima lisensi. Jumlah ini lebih besar dari jumlah pilot yang aktif saat ini.

Dikutip dari sindonews pada 25 Janurai 2018 terdapat 7.150 pilot yang melayani penerbangan dalam dan luar negeri dan 564 di antaranya adalah pilot asing. Sementara itu pilot lokal 600 di antaranya menganggur.

Maka dari itu, sejak dini pemerintah harus mengoptimalkan fasilitas yang sudah dibangun dengan terus memperbaiki dan membuka jalur penerbangan domestik dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat di setiap titik wilayah bandara.

Selain itu pemeliharaan bandar udara yang sudah aktif perlu terus dilaksanakan. Kemudian langkah mengefisienkan pilot lokal pun perlu terus ditingkatkan agar industri penerbangan dalam negeri tetap mengedepankan anak bangsa dibanding pilot bule yang pada umumnya berkemampuan mumpuni dan bertujuan mengumpulkan jam terbang sebanyak banyaknya agar lisensi mereka terjaga.

Keterlambatan penerbangan bukan hal yang asing terjadi. Keterlambatan dan kecelakaan yang merugikan penumpang merupakan tanggungjawab masing-masing perusahaan maskapai penerbangan. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 77 Tahun 2011.

Terkait peristiwa kecelakaan pesawat yang mungkin terjadi, kenyamanan dan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama untuk setiap maskapai penerbangan. Mutu pelayanan tidak bisa dikesampingkan hanya demi mendapat keuntungan secara komersial saja. Maka upaya peningkatan standar keselamatan penumpangpun terus dilakukan, dan sesuai hasil audit pengawasan keselamatan pesawat oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), peringkat keselamatan penerbangan Indonesia naik menjadi posisi 55 dari posisi 151 untuk tahun 2017. Organisasi tersebut memberi nilai 81% pada keselamatan penerbangan di Indonesia.

Fitri Dwiyanti 
Statistisi di Badan Pusat Statistik Kota Banjar

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar