Yamaha Lexi

Kiat Haikal Memulai Karier sebagai Ilustrator

  Kamis, 06 Desember 2018   Fathia Uqimul Haq
Haikal (24), ilustrator tangki mobil PDAM Tirtawening. (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Perjalanan seseorang yang sukses tak selalu mulus. Ada banyak rintangan yang telah dihadapi tanpa orang-orang mengetahui prosesnya. Kadang berkelut dengan diri sendiri, komentar orang lain, sampai penolakan.

Apapun profesinya, Haikal (24) menekankan untuk terus berjuang. Dia pun mengalami kendala sebagai ilustrator terhadap kliennya atau manajerial pekerjaan.

AYO BACA : Seniman Ini Mencangkok Separuh Wajahnya dengan Mesin

"Rencananya pingin punya team biar tahun baru sudah ada hal baru di brand aku, niatan harus ada," ujarnya, Kamis (6/12/2018).

Namun, tidak mudah bagi pria asal Kopo ini untuk segera merekrut orang dalam tim. Dia adalah tipe yang tidak bisa cepat memilih orang. Bukan hanya masalah portofolio, namun yang penting adalah nyaman diajak ngobrol dan satu frekuensi dalam bekerja membuat Haikal harus berhati-hati.

AYO BACA : Menakjubkan, Seniman Asal Thailand Gunakan Akuarium Sebagai Media Seninya

Sebagai seniman di dunia desain komunikasi visual, Haikal berpesan supaya berkarya sejak awal kuliah. Di dunia desain, ada klien atau tidak, jelek atau tidak, itu bukan masalah sebab masih berstatus mahasiswa. Saat duduk di bangku kuliah tidak ada namanya kehilangan pekerjaan. Masa-masa pembelajaran menjadi ladang untuk mencoba banyak hal.

"Media belajar lebih banyak pas kuliah. Kalian enggak dianggap pengangguran kalau pas kuliah, kalau udah lulus kan beda lagi. Masa kuliah itu bebas jadi kalian harus memanfaatkan sebaik-baiknya, eksplorasi seluas mungkin," jelasnya.

Kekhawatiran pun perlu diusir dari pikiran. Tentang bagaimana orang suka atau tidak dengan karya membuat seniman tidak percaya diri. Lantas berhenti dari dunia seninya. Percaya diri adalah hal penting sebab kekhawatiran akan membunuh diri sendiri.

Menurutnya, adanya media Instagram dan media sosial lainnya jadi wadah untuk membagikan karya. Ketika seseorang malu untuk mengunggah karyanya, nanti dia tak akan berkembang.

"Mau bagus ya jelek dulu. PD sama karya, mau enggak suka sama karya kita tetap harus berkarya. Jangan mikirin follower dan like karena itu bakan membunuh pikiran kalian sendiri, always honest to yourself," pesannya.

AYO BACA : Mengembalikan Kearifan Lokal pada Apartemen ala Seniman DDS

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar