Yamaha Lexi

Haikal, Sosok di Balik Warna-Warni Tangki PDAM

  Kamis, 06 Desember 2018   Fathia Uqimul Haq
Wastana Haikal (24), ilustrator tangki PDAM Tirtawening. (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Baru saja lulus dari studi di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Haikal (24) mendapatkan sebuah projek dari dosen pembimbingnya untuk membuat ilustrasi yang akan ditaruh di tangki-tangki PDAM. Saat itu tahun 2016 Haikal menerima permintaan dosen kemudian langsung mengerjakan gambar untuk tangki-tangki itu.

Dosennya berkata untuk membuat gambar yang penuh warna dan segar sebab tangki itu berisi air bersih. Akhirnya, lelaki asal Kopo, Bandung ini membuat ilustrasi orang tua dan anak yang sedang minum dan bermain riang dengan air bersih. Pilihan warna oranye, kuning, dan biru dipilih supaya menerangkan air yang bersih, segar, dan kontras. 

"Kenapa orang tua dan anak itu biar berhubungan sama Bandung kan banyak orang tua sama anak-anak gitu mereka senang lagi minum air bersih sambil main air," ujarnya, Kamis (6/12/2018). 

Pilihan warna cerah dan kontras sengaja ditaruh supaya saat tangki berkeliling di Bandung, masyarakat pun bisa melihat cerah dan segarnya tangki PDAM yang kontras. 

AYO BACA : PDAM Tirtawening Sosialisasi Konservasi Air Untuk Siswa SD se-Bandung Raya

Haikal bercerita, sebelumnya dia mengetahui akan adanya kompetisi ilustrasi untuk diaplikasikan pada tangki PDAM. Dia juga sudah melihat hasil gambar sang pemenang. Namun, tiba-tiba Haikal dihubungi oleh dosen untuk membuat ilustrasi. 

"Kata dosen aku, RK (Ridwan Kamil) atau siapanya gitu enggak sreg sama gambarnya akhirnya mau ganti dan nyuruh aku buat ilustrasi itu," katanya..

Projek itu memakan waktu 7 hari dari mulai sketsa awal hingga pewarnaan sampai siap dikirim ke dosen. Haikal juga tidak tahu ternyata tangki-tangki PDAM itu telah berseliweran dengan ilustrasi hasil karyanya. 

Gambar gelombang air, bunga-bunga oranye, dan orang tua beserta anak terpampang jelas di tangki PDAM Tirtawening. Haikal menjelaskan bunga oranye itu disebut Patra Komala atau Caesalpinia pulcherrimaas, sebuah ikon untuk Kota Bandung. Kata "pulcherrimaas" sendiri memiliki arti keindahan yang mana Pemkot Bandun menanam bunga tersebyt di banyak tempat supaya kota terlihat lebih cantik ketika bermekaran. 

AYO BACA : PDAM Tirtawening Jamin Pelanggan Tetap Terlayani Air

Bukan cuma projek untuk PDAM Tirtawening, Haikal sudah mendapatkan kepercayaan untuk membuat ilustrasi buku penulis Diana Rikasari yang berjudul My Rainbow days, sebuah karya mengenai kehidupan keseharian Diana dengan anak-anaknya. 

"Baru aja ilustrasi buat kemasan Kiehl's cosmetic dan buku cerita bergambar anak dari organisasi nirlaba dari Amerika," jelasnya. 

Sebuah pelatihan ilustrasi untuk buku anak ini membuat Haikal perlu membuat buku bergambar yang akan dijual dan dibagikan cuma-cuma ke perpustakaan terpencil di seluruh Indonesia. Proses yang panjang membuat pengerjaan ini termasuk salah satu yang rumit. Namun dia merasa senang karena dia bisa aktif di kegiatan sosial dengan berkontribusi melalui hobi meski tidak terjun ke lapangan. 

"Pengerjaan paling lama buku anak ini karena buku itu harus  standar Amerika, udah buat detil prosesnya gambar storyboard kasar, revisi, storybard bersih, revisi,  diwarnai, dibuat lagi final art work, selesai jadi dummy  dan harus lewat tes dulu ke anak-anak," tuturnya.

Setelah mendapatkan evaluasi, Haikal merevisi kembali, bertemu dengan penerbit, sampai akhirnya sempurna dan siap dicetak. Proses ini memakan waktu 6 sampai 12 bulan. 

Lelaki yang dikenal dengan nama Wastana Haikal ini sekarang menggeluti dunia ilustrator lepas. Saat ini ia tengah mengerjakan projek judul buku anak dan ilustrasi di tembok gedung kantor. 

"Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa berkarya dan menghasilkan lewat hobi, intinya kita mesti percaya pada diri sendiri untuk bisa maju dan sukses," pesannya.

AYO BACA : Debit Turun 30%, PDAM Lakukan Langkah Antisipasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar