Yamaha Mio S

Coffeelensebrew, Sarang Edukasi Pembelajar Kopi

  Jumat, 30 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Coffeelensebrew, Sarang Edukasi Pembelajar Kopi. (ayobandung.com//Fathia Uqimul Haq)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Bukan sekadar kedai kopi, Coffeelensebrew dibangun sebagai sarangnya edukasi bagi awam yang belum tahu soal kopi. Keterbukaan para pendiri membuat pelanggan bisa belajar dari kelas yang digelar di sini. 

Kelas kopi yang pernah dihelat misalnya seperti manual brewing. Peserta diajak belajar seduh secara manual dengan berbagai macam alat. Kemudian kelas cupping dan tasting di mana peserta dapat mengetahui prosesnya serta diajak ikut berkecimpung dalam praktik. 

"Sengaja kita buka kelas untuk umum, buat yang awam banget soal kopi," kata salah satu pendiri Coffeelensebrew, Dimas Krismandi, Kamis (29/11/2018).

AYO BACA : Sebut Mertua Prabowo Bapak Korupsi, Gerindra Protes Keras Kader PDIP

Dimas memanggil instruktur khusus untuk kelas ini. Peserta pun dibatasi 10 orang dengan biaya masing-masing Rp 350.000. Ke depan Coffeelensebrew akan menggelar kelas kopi sebulan sekali. 

Kedai kopi ini hadir sejak April 2018. Pada awalnya, Coffeelensebrew bukan sebuah kedai kopi melainkan sebuah media yang membahas kopi dari hulu ke hilir. Setelah diajak ke kebun kopi untuk liputan promosi melalui video tentang kebun tersebut, tercetuslah ide untuk terjun di dunia media dengan tema besar kopi.

"Pada 2016 terbentuklah coffee lense, tapi karena dapat tawaran bikin kedai di Cigadung Raya Timur, akhirnya fokus teralihkan buat bikin kedai," ungkap Dimas.

AYO BACA : Menengok Coffeelensebrew, Tempat Jadiannya Dilan dan Milea

Coffee Lense bergerak di Youtube. Sempat berjalan 3 bulan, akhirnya media yang digadang-gadang membahas semua tentang kopi terhenti sementara. Coffeelensebrew di Cigadung itu  berdiri selama 7 bulan kemudian pindah ke Jalan Panaitan. 

Bertujuan sebagai kedai edukasi, Coffeelensebrew mempersilakan pelanggan membuat kopi sendiri jika mau, alias dikenal dengan sebutan open bar. Mereka bersedia membimbing dan mengajarkan untuk membuat segelas kopi. 

Dimas berencana, cita-cita setelah bebenah kedai di Jalan Panaitan ini adalah melanjutkan media tentang kopi di berbagai kanal. Mulai dari media cetak, media sosial, dan berbagai wadah daring supaya informasi terkait kopi dapat meliterasi masyarakat. 

"Karena kita ingin menjadi media yang membahas semuanya tentang kopi, mulai dari kebun, petani, sampai ke baristanya," harapnya.

AYO BACA : Meski Banyak Diadang, Reuni 212 Tetap akan Berjalan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar