Yamaha NMax

Sebut Mertua Prabowo Bapak Korupsi, Gerindra Protes Keras Kader PDIP

  Jumat, 30 November 2018   Rizma Riyandi
Presiden Soehato

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Pernyataan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah yang menuding mantan mertua Prabowo Subianto, yakni mendiang Presiden Kedua RI Soeharto sebagai guru korupsi Indonesia menuai respons keras berbagai kalangan. Termasuk dari anggota Partai Gerindra.

Anggota Fraksi Gerindra di MPR, Moh Nizar Zahro menilai, apa yang disampaikan Basarah menanggapi pernyataan Prabowo yang menyebut korupsi Indonesia kini masuk stadium empat, sangat tidak mendidik. 

"Pernyataan Basarah tentang mantan mertua Pak Prabowo sebagai guru korupsi, sangatlah tidak etis dan sangat tidak mendidik kepada publik," kata Nizar kepada JPNN, Rabu (28/11). 

AYO BACA : Meski Banyak Diadang, Reuni 212 Tetap akan Berjalan

Dia mengatakan bahwa perkara Pak Harto perlu diketahui sudah diselesaikan secara hukum, dan terakhir ada penyitaan aset dan itu diterima oleh pihak keluarga.
 
"Pernyataan Basarah norak, sangat politis atau justru karena sudah merasa panik lalu dibawalah isu Pak Harto pada Pak Prabowo," tegasnya. 

Nizar yang juga ketum Satria Gerindra menilai Basarah tidak sadar bahwa Prabowo merupakan tokoh yang pernah dipinang Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai pendamping di Pilpres 2004. 

"Jangan karena sekarang menjadi kompetitornya segala jurus dia lakukan. Sekali lagi ini tidak mendidik," sebut legislator asal Madura ini. 

AYO BACA : Menengok Coffeelensebrew, Tempat Jadiannya Dilan dan Milea

Menurut Nizar, opini yang terkesan ingin menjatuhkan citra Prabowo Subianto tidak seharusnya dilontarkan Basarah. Sebab dia bukan simpatisan tapi petinggi partai pengusung capres petahana, dan pimpinan MPR. 

Kalaupun bicara perilaku korupsi, Basarah menurutnya harus melihat data tentang kader partai mana saja yang paling banyak ditangkap penegak hukum dibandingkan dengan Partai Gerindra. 

"Dalam kasus OTT saja perlu diketahui banyak dari kader partai Basarah. Apa perlu saya beri label Basarah sebagai senior koruptor demi membangun setigma untuk kepetingan Pilpres? Tidak dan jangan, karena sekali lagi ini tidak mendidik," tutur anggota Komisi X DPR ini. 

Selain itu, tambahnya, kalau Basarah bicara Ketetapan MPR Nomor 11 Tahun 1998 yang mencanangkan program pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Maka perlu dicatat bahwa partai tempat Basarah bernaung termasuk yang tidak mewujudkan semangat dan nilai-nilai Tap MPR tersebut. 

"Justru pidato Pak Prabowo itu menyesalkan kondisi hari ini masih tidak seperti yang diharapkan oleh TAP MPR itu sendiri," tandas Nizar.

AYO BACA : Emil: Iwa Taat Aturan Hukum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar