Yamaha Lexi

Jamu ala Cisantri Purwakarta Manjur Obati Segala Penyakit

  Kamis, 29 November 2018   Arditya Pramono
Susi ketika memamerkan produksi jamu buatanya di Acara Gebyar UKM 2018 di Gedong Sigrong, Kabupaten Purwakarta.

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Semakin maju perkembangan teknologi seharusnya tidak menggerus kearifan lokal yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia. 

Salah satu kearifan lokal yang patut dibanggakan adalah ramuan tradisional jamu. Di tangan seorang warga Kampung Cisantri, Kecamatan Cilandak, Kabupaten Purwakarta bernama Susi Suryani (40), minuman tradisional jamu telah dilestarikan dan dijual ke pasaran sejak tahun 2005 silam. 

Susi mengaku sebelumnya sama sekali tidak tahu cara membuat dan meracik minuman jamu. "Sama sekali enggak tahu. Cuman saya memang suka beli dan minum jamu," katanya pada Kamis (29/11/2018).

Karena menggemari minuman tradisional tersebut, Susi pun tampak penasaran tentang cara membuat jamu. 

Apalagi rasa ingin tahunya tersebut didorong juga oleh kegundahannya melihat minuman jamu yang proses pembuatannya tidak alami. 

"Saya lihat tukang jamunya telapak tangannya enggak kuning. Saya tanya ternyata jamunya saset. Dari situ saya belajar bagaimana cara buat jamu tradisional," ucapnya. 

Akhirnya Susi pun melakukan percobaan membuat jamu kunyit asam manis. Menariknya, setelah dicoba oleh kerabatnya, banyak yang suka dan tertarik dengan jamu buatan Susi. 

"Banyak yang tertarik, akhirnya saya mantapkan untuk menjual produk jamu dalam kemasan botol 700 ml," katanya. 

Lewat produk Herblass, saat ini Susi menjual jamu dengan berbagai rasa seperti jamu kunyit asam manis, habatussauda, mengkudu, antana mengkudu dan temulawak asam manis. 

Ia menyebut jamu buatanya dipercaya mampu mengusir sejumlah penyakit seperti maag kronis, perut kembung, masuk angin, darah tinggi, jantung, dan lainnya. 

"Insya Allah dengan racikan alami dari tanaman tradisional seperti kunyit, asem, jahe, kencur, kayu manis, daun saga, dan lainnya semua penyakit bisa terobati," jelasnya. 

Berbicara soal bahan baku pembuatan, menurut Susi, kerap membeli tanaman tradisional milik warga. "Bahan bakunya beli dari warga, itung-itung saya juga membantu warga sekitar sini," ucapnya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar