Yamaha Lexi

Kenali Kanker Payudara Sejak Dini

  Kamis, 22 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Seminar Pencegahan Kanker Payudara yang digelar Indek Foundation di Prime Park Hotel, Kamis (22/11/2018). (Fathia Uqim/ayobandung).

CIBEUNYING KALER, AYOBANDUNG.COM--Kanker merupakan penyakit dengan kematian tertinggi nomor dua di dunia. Kanker payudara dan serviks menjadi jenis kanker paling tinggi yang diderita kaum hawa. 

Kanker payudara memiliki perkembangan yang sangat cepat. Masalah krusial ini bahkan belum tertangani dengan baik. Akibatnya, kanker menjadi kata yang menakutkan dan dihindari oleh masyarakat.  

Dokter Spesialis Bedah Onkologi, Farida Briani mengatakan setiap orang harus cerdas dalam menghadapi kanker. Karena hampir 70% penderita kanker berada di tahap yang sudah lanjut. Sehingga harapan hidup penderita semakin rendah. 

Faktor risiko utama itu adalah jenis kelamin dan usia.  Perempuan sudah pasti  berisiko lebih besar dari pada laki-laki. Semakin tua usia, maka risiko kanker payudara semakin tinggi, katanya,  dalam Seminar Mencegah Kanker Payudara bersama Indek Foundation, Kamis (22/11/2018). 

Menurutnya, sebanyak 90% kanker payudara didapatkan begitu saja dan 10% sisanya diturunkan dari keluarga yang pernah menderita. 

Selain itu, kanker payudara juga berisiko pada seseorang dengan usia menstruasi pertama sangat muda serta usia menopause terlambat atau lama mens lebih dari 30 tahun. 

Namun ada faktor yang bisa dimodifikasi  dan tidak, ujarnya.  

Misalnya, lanjut Farida, menstruasi pertama pada anak dapat diperlambat dengan aktivitas yang tinggi. Farida menyarankan supaya anak-anak bisa dibiarkan bermain, bukan disodorkan ponsel atau cemilan. 

Anak-anak itu makanya harus banyak aktivitas, jangan malah disuruh diam. Pentingnya halaman bermain itu memang diperlukan, ujarnya.  

Kanker payudara juga berisiko untuk perempuan yang tidak pernah menyusui dan tidak pernah mengalami kehamilan sempurna hingga melahirkan. Lalu usia saat pertama kali hamil lebih dari 35 tahun, berat badan berlebih, dan mereka yang menggunakan terapi hormonal setelah menopause. 

Cara deteksinya harus lakukan Sadari yaitu periksa payudara sendiri dilakukan antara hari  7 sampai 15 dihitung dari hari pertama, jelasnya. 

Pengecekan rutin sekali setahun sebaiknya dilakukan pada  periode waktu yang sama seperti SADARI. Pengecekan ini adalah tindakan untuk mendeteksi adanya kelainan sebelum terdapat keluhan. 

Farida menyarankan untuk usia 25-30 tahun harus pemeriksaan fisik oleh dokter.  30-40 tahun ditambah USG payudara sekali dalam setahun. Untuk usia 40 tahun ke atas lakukan juga mammografi. 

Ketua Pelaksana Seminar Pencegahan Kanker Payudara,  Sarie Meidiawatie mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan bagi penderita kanker payudara yang semakin banyak.  Sehingga diperlukan adanya edukasi ke masyarakat terutama organisasi perempuan. 

Peserta ini  mewakili segmen masyarakat luas, organisasi perempuan,  Persistri, juga organisasi di bawah BKOW  Jabar, katanya. 

Dia ingin menyebarkan lebih luas soal pentingnya pencegahan kanker payudara.  Melalui Indek Foundation, program ini bisa menjadi kampanye berkelanjutan dalam rangka membantu pemerintah. 

Warga Jabar itu 1/5 Indonesia, kita coba ambil peran bisa bangun kesadaran  jaga kesehatan, jaga sejak dini, apa yg dilakukan dengan sadari masyarakat bisa lebih sadar, ujarnya.  

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar