Yamaha

Mahasiswa Unpad dan Ayobandung.com Bahas Tantangan Media Digital Kontemporer

  Rabu, 21 November 2018   Hengky Sulaksono
Puluhan Mahasiswa Unpad mendiskusikan isu tantangan media digital kontemporer dengan Ayo Media Network. Diskusi dilakukan di Kantor Ayo Media Network, Rabu (21/11/2018).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran melakukan kunjungan ke kantor Ayo Media Network, Jalan Terusan Halimun No. 50, Kota Bandung, Rabu (21/11/2018) pagi.

Kedatangan para mahasiswa disambut langsung Direktur Pemberitaan Ayo Media Network (Ayobandung.com) Rahim Asyik dan Pemimpin Redaksi Ayo Media Network Adi Ginanjar Maulana.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendiskusikan berbagai hal ihwal perkembangan industri media digital kiwari dari pelbagai aspek dengan pihak Ayo Media Network.

AYO BACA : Resmikan Kantor Baru, Ayo Media Network Deklarasikan Kickout Hoax

Dalam pemaparannya, Rahim Asyik memeberikan gambaran umum ihwal lanskap dan ekosistem industri media massa digital kontemporer. Menurutnya, banyak perusahaan media saat ini yang masih mengadopsi model perusahaan media cetak baik dalam strategi konten maupun bisnis.

"Sekarang ini masih banyak yang menerapkan model media cetak walaupun sudah beralih ke platform digital. Jadi mereka itu membagi sumber dayanya 10% untuk konten dan 90% untuk teknologi," kata Rahim.

Pola distribusi sumber daya tersebut, menurut Rahim, masih mengacu pada model media digital versi 1.0 dengan langkah pembuatan konten banyak mengadopsi model media cetak. Terdapat pula konsep yang lebih maju, yakni media digital versi 2.0 yang telah diterapkan beberapa media daring.

AYO BACA : Redaksi Ayo Media Network Ikuti Pelatihan Seluk Beluk Dunia Reportase

Dalam versi 2.0 ini, alokasi sumber daya pembuat konten dan inovasi teknologi cenderung seimbang daripada versi lama. Para pelaku industri media yang menerapkan model ini menyadari pentingnya pengintegrasian konten secara multiplatform dengan dukungan inovasi di sektor teknologi.

Hal tersebut dilakukan demi mendukung model bisnis media yang semakin rumit seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin masif.

"Ayo (Media Network) itu boleh dianggap versi 2.0 tapi kita pengin jadi 3.0. Gimana caranya ada yang namanya divisi khusus media sosial, yang menangani konten-konten Ayo (Media Netwok) dan klien. Kalau media mau hidup dia harus jadi tempat efektif pertemuan produsen dan konsumen," katanya.

Rahim juga menekankan pentingnya perusahaan media untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Perusahaan media yang sudah ada di posisi terdepan juga harus terus berinovasi agar tak kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang pertemuan gagasan-gagasan publik dan fungsi bisnis yang mempertemukan antara klien dan khalayak sasaran.

"Kalau kita merasa produk kita sudah sempurna untuk konteks hari ini, itu harus tetap diperbaiki. Jadi ke depan harus eksplorasi dan eksplorasi lagi. Di era perkembangan teknologi ini kita harus hati-hati meskipun media yang dibangun sudah bisa dianggap besar," kata dia.

AYO BACA : Rahim Asyik Kepincut Model Bisnis Baru Ayo Media Network

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar