Yamaha Mio S

Dosen Cabul, Tindak Kasus Pelecehan Seksual dengan Pidana

  Selasa, 20 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Ilustrasi Dosen Cabul

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Pelecehan seksual bukan lagi masalah baru. Korban sudah banyak bertebaran, baik yang melapor ke pihak terkait atau menyimpannya rapat-rapat. Berbagai komunitas dan lembaga pun telah hadir sebagai pendukung buat menyuarakan masalah ini. 

Seperti halnya kasus pelecehan yang terjadi di kampus. Lembaga pendidikan yang seharusnya bersikap baik dan memberi teladan justru masih ada segelintir oknum yang tidak dapat melawan hawa nafsunya. 

Misalnya kasus pelecehan dosen kepada mahasiswa di Universitas Langlangbuana, UIN SGD Bandung, UGM, dan kampus-kampus lain yang korbannya tak mampu melawan dengan suara.

AYO BACA : Dugaan Pelecehan Seksual Dosen, UIN Bandung Bentuk Tim Investigasi

Samahita, komunitas yang bergerak di isu gender untuk kesamaan hak dan memerangi kekerasan atau pelecehan seksual ini pun aktif membantu korban. 

Ketua Samahita Ressa Ria berpendapat terkait kasus pelecehan dosen kepada mahasiswa seharusnya ada tindak lanjut yang jelas yakni pidana. 

"Pelecehan kan kasusnya pidana, selama ini kasus pidana pelecehan selalu diselesaikan pakai cara mediasi, caranya kasus perdata yang  jelas enggak boleh," katanya, kepada Ayobandung.com, Selasa (20/11/2018). 

AYO BACA : Ini Kronologi Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UIN SGD

Seharusnya pencegahan harus ada dari pihak kampus. Lembaga pendidikan mesti tegas ketika ada kasus untuk menindak pelaku. Bukan menyalahkan korban sampai banyak kasus drop out yang terjadi kepada sang korban.

"Perlu ada penguatan terkait isu kekerasan seksual ke mahasiswa dan kampus. Ketika ada yang ngalamin, kampus harus nyediain ruang yang aman buat korban cerita atau ngaduin apa yang dialaminya," jelasnya. 

Hal ini karena pelaku akan terus melakukan hal tersebut jika tidak dilakukan tindakan tegas dan pencegahan berkala. Akhirnya pelaku merasa aman terlebih jika korban tidak berani melapor. 

Sama halnya seperti kejadian di UIN, kasus tersebut bukan cuma didapat oleh mahasiswi. Namun ada lagi korban-korban sebelumnya yang baru membuka cerita.

"Ujung-ujungnya korban terus bertambah," tegasnya.

AYO BACA : Woman Study Center UIN Buka Bilik Pengaduan Pelecehan Seksual

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar