Yamaha Mio S

Bangun Pendidikan Karakter Siswa Lewat Psikologi Positif

  Senin, 19 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung, Anggi Anggraeni (tengah). (ayobandung.com/Fathia Uqimul Haq)

AYO BACA : Tali Penopang Putus, Satu Mahasiswa STTG Tewas Terjatuh di Gua Batu Badak

AYO BACA : Menengok Kepribadian Berdasarkan Cara Duduk Seseorang

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Umumnya, Bimbingan Konseling di sekolah identik dengan penanggulangan. BK aktif menyelesaikan persoalan siswa di sekolah yang terlibat akan ragam kasus. Namun, sesungguhnya BK mampu meminimalisasi persoalan lewat pencegahan yang harus digalakan di wilayah pendidikan masing-masing.

Pencegahan ini dapat dilakukan lewat psikologi positif. Masalah-masalah siswa dapat dikurangi dengan membuat fokus BK lebih ke arah bimbingan, yaitu pencegahan dan pengembangan karakter positif.

Menurut Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung, Anggi Anggraeni, psikologi positif lebih menekankan pada pencegahan daripada penanggulangan persoalan siswa. Selain itu, pendekatan tersebut bisa mengembangkan karakter dan sifat-sifat positif seperti optimistis, kejujuran, hidup yang bertujuan, berpikir terbuka, memaafkan, bersyukur, dan meregulasi emosi.

"Melalui pendekatan psikologi positif ini siswa memiliki jiwa optimisme, sehingga ia dapat meraih berbagai harapannya," katanya, Senin (19/11/2018).

Tak jarang siswa belum mampu mengontrol emosi. Akibatnya, para siswa terbawa arus pergaulan yang salah. Mulai dari coba-coba rokok, mabuk, hingga pergaulan bebas yang tidak sesuai norma, etika, dan budaya bangsa. Psikologi positif ini pun menjadi tameng untuk menghindari dan mencegah sejak awal supaya masalah tersebut dapat dikurangi.

"Siswa kemudian mampu meregulasi emosinya. Dia mampu untuk mengontrol emosi, tidak terbawa arus pergaulan yang salah. Dalam praktiknya, BK akan mengadakan pelatihan konseling menggunakan pendekatan psikologi positif," ujarnya.

Kemudian, BK akan melakukan asesmen terhadap para siswa. Kekurangan, kelebihan, dan sifat para siswa akan terbaca sehingga BK mampu menganalisis untuk menemukan cara terbaik supaya siswa mampu memahami dirinya.

Psikologi Positif di sekolah, lanjutnya, akan lebih banyak berfokus pada bimbingan. Artinya, BK tidak hanya fokus pada perilaku yang bermasalah aja, tapi pada perilaku siswa yang baik juga. Guru akan menguatkan sifat-sifat dan karakteristik yang baik pada setiap peserta didik.

"Pendidikan karakter siswa kini bisa turut dibangun di sekolah dengan peran BK. Sehingga BK tidak lagi identik dengan anak-anak nakal tapi juga fokus pada perilaku siswa baik juga," ucapnya.

AYO BACA : Empat Manfaat Memanah Bagi Psikologis dan Masa Depan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar