Yamaha Mio S

Gurihnya Keripik Sayur dan Buah Sehat ala Healthy Crisps

  Minggu, 18 November 2018   Nur Khansa Ranawati
Healthy Crisps. (ayobandung.com/Nur Khansa)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM--Salah satu tenant kuliner yang banyak dikunjungi orang di Poppins Bazaar mal Paris van Java adalah milik Healthy Crisps.

Warna-warni keripik dalam jajaran toples yang disediakan berhasil mengudang rasa penasaran orang. Uniknya, keripik tersebut bukan sekedar camilan, melainkan potongan aneka buah dan sayur yang dikeringkan.

Salah satu pemilik Healthy Crisps, Melfanny Fonna, mengatakan, meskipun renyah, keripik tersebut tidak melalui proses penggorengan. 

"Pertama prosesnya itu dimasukkan ke vacuum frying, setelah itu dispray pakai Virgin Coconut Oil untuk mempertahankan warna dan rasa," jelasnya ketika ditemui di sela acara bazaar, Sabtu (17/11/2018).

Vacuum frying sendiri merupakan proses penyedotan kandungan air dari dalam sayur dan buah sehingga dapat diproses menjadi keripik tanpa digoreng.

Melfanny mengatakan, rasa gurih pada keripik sayuran didapat dari perisa alami. Dirinya mengakui tidak pernah menambah penyedap buatan.

"Gurih dan asin-nya kita pakai ekstrak mushroom, tanpa gula, mecin atau garam," tuturnya. 

AYO BACA : Gurihnya Keripik Sayur dan Buah Sehat ala Healthy Crisps

Ketika ayobandung.com mencicipi kripik ubi, teksturnya terasa renyah namun tidak terlalu garing yang justru membuat keaslian rasa ubi tersebut tetap terjaga. Pun hal nya dengan keripik wortel, yang mana rasa manis wortelnya tetap terasa meski lebih didominasi gurih.

Pembeli dapat memboyong setoples Healthy Crisps mulai dari harga 120 ribuan. Melfanny mengatakan, harga mahal tersebut salah satunya dikarenakan adanya uji kelayakan di laboratorium sebelum di lepas ke pasar.

"Jadi kami enggak pernah main-main kalau masalah bahan. Ada yang menghitam sedikit saja meskipun masih layak dimakan, tidak akan kami ambil," jelasnya.

Awalnya Iseng-iseng

Dirinya mengatakan, bisnis yang mulai dirintis beberapa tahun lalu di Jakarta ini berawal dari siasat keluarga mengakali anak kakaknya yang sulit makan sayur.

"Jadi bisnis ini memang kakak saya yang mengembangkan. Awalnya anak kakak saya enggak suka sayur, sukanya kerupuk. Jadi kami cari cara agar dia mau makan," kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kerabat dan teman yang mengatakan bahwa keringan sayur tersebut rasanya enak, dan mendorong sang kakak juga dirinya untuk menjualnya.

"Bikin nya sih mulai dari 2010, tapi mulai aktif di bazaar sejak 5 tahun lalu," ungkapnya.

AYO BACA : Ditekuk 3-0, Persib Bandung Harus Akui keunggulan PSIS Semarang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar