Yamaha Lexi

Jusuf Kalla Harapkan Pendidikan Islam Kembali Berjaya

  Sabtu, 17 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, menyampaikan orasi ilmiahnya pada acara Milad ke-60 Universitas Islam Bandung (Unisba), di Kampus Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (17/11/2018). (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menjelaskan pada abad ke-10 Masehi adalah masa kejayaan ilmu pengetahuan di dunia Islam. Sebut saja Alkindi, Ibnu Sina, dan Al-Khawarizmi. Namun, pada abad 16-17, ilmu pengetahuan Islam mulai meredup. 

"Diganti dengan kebangkitan barat yang sampai sekarang jadi pelopor ahli keilmuannya. Kita pernah jaya 1.000 tahun lalu, sekarang kita butuh upaya besar meningkatkan ilmu. Kita tak boleh puas dengan kebanggaan masa lalu, tetapi masa depan juga penting," katanya dalam orasi ilmiah milad ke-60 Unisba, Sabtu (17/11/2018). 

Tanpa menguasai ilmu, masa depan pun tidak bisa dikuasai. Peran Unisba dan Universitas lainnya diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan keilmuan supaya mengembalikan kejayaan masa lalu. 
 
Jusuf Kalla pun menilai hampir 30% dari negara Islam tengah dirundung konflik yang mendukung kegagalan negara Islam. Misalnya Syria dan Iraq yang harusnya saling membantu justru tengah berseteru. 

"Apabila Iraq dan Syria dikembalikan butuh 30 tahun buat rehabilitasi negara tersebut kembali normal," ujarnya.  

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki kedamaian. Tidak ada pertengkaran dan menjamin ukhuwah islamiyah dan wataniyah. 

"Persaudaraan sesama muslim dan kedamaian bangsa antar masing-masing agama. Karena perbedaan pandangan adalah hal biasa di negara. Tapi kita harus menjaga kedamaian dan membantu negara sesama muslim," jelasnya.

Pendidikan hari ini pun kebanyakan orang terbang ke Amerika, Perancis, atau Jerman. Namun, negara Islam seperti di timur tengah hanya identik dengan belajar Islam. Jusuf Kalla menginginkan Indonesia perlu menonjol soal pendidikan untuk memberikan sumbangsih kepada bangsa. 

"Semua jadi bagian untuk memajukan keilmuan dan kedamaian. Indonesia harus memiliki  keseimbangan berfikir serta  ilmu dunia dan akhirat," kata dia. 

Di Milad ke -60 ini, Jusuf berharap supaya kepeloporan Unsiba menjadi lembaga pendidikan yang maju di Asean dan bisa saling bertukar pikiran dengan tiga negara mayoritas Islam di Asean yaitu Brunei dan Malaysia. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar