Yamaha Mio S

Manisnya Lahang, Minuman Eksotis Sarat Khasiat

  Jumat, 16 November 2018   Nur Khansa Ranawati
Yuda, pemilik Lahang Sangkuriang sedang sibuk melayani pelanggan dalam acara Gedung Sate Festival 2018, Jumat (16/11/2018). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN,AYOBANDUNG.COM--Di kalangan anak muda, minuman lahang alias sadapan air pohon nira mungkin belum begitu populer. Hal tersebut yang membuat sejumlah orang menghampiri lapak Lahang Sangkuriang di pelataran parkir Gedung Sate, Jumat (16/11/2018).

Beberapa di antara mereka merasa penasaran dengan rasa minuman yang langsung dituang dari dalam lodong bambu tersebut. "Kami ingin mengenalkan minuman tradisional sebelum punah, selain karena pohonnya semakin jarang, penyadapnya juga sekarang tidak sebanyak dulu," jelas salah satu pemilik Lahang Sangkuriang, Yudha Purnama pada ayobandung.com.

Pohon nira adalah pohon penghasil gula aren. Selain diolah menjadi gula, air sadapannya juga kerap dikonsumsi menjadi minuman dengan berbagai khasiat.

AYO BACA : Gedung Sate Festival 2018 Hadirkan Seni dan Produk Lokal Jawa Barat

Untuk menyadap air nira, lodong bambu diperlukan untuk diikatkan pada dahan-dahan pohon nira yang kemudian akan menampung air yang turun. Sebelum diambil, proses pembakaran dilakukan di dalam lodong tersebut.

Pembakaran inilah yang akan menjadikan Lahang memiliki aroma asap di antara rasa manis alaminya. "Lahang ini aman karena kami rebus dulu seperti wedang. Setelah direbus, setengah jam kemudian baru disajikan. Lebih enak disajikan dingin, kalau panas rasanya legit," jelas Yudha.

Warna lahang pun berbeda-beda sesuai usia pohon nira yang disadap. "Kalau warnanya putih, itu dari pohon aren muda, kalau kecoklatan itu dari pohon yang tua. Rasa yang tua lebih manis," ungkapnya.

AYO BACA : Menikmati Minuman Tradisonal Unik di Bajigur dan Bandrek TwoAA

Lahang dipercaya memiliki sejumlah khasiat, seperti melancarkan pencernaan, melancarkan ASI, menurunkan demam, dan sebagainya. Kandungannya pun kaya manfaat, mulai dari vitamin A, vitamin C, protein, karbohidrat, hingga asam amino alami.

Tak hanya itu, Yudha menilai, pohon nira adalah tanaman yang cocok untuk konservasi. Sehingga membudidayakan dan memanfaatkan nira merupakan upaya konservasi lingkungan.

"Pohon nira juga kan pohon yang bagus untuk konservasi karena menghasilkan air. Dimana ada pohon nira, di sana ada air," jelasnya.

Dengan membawa lahang ke kota, Yudha berharap hal tersebut mampu menaikkan nilai jual lahang serta menarik lebih banyak minat masyarakat untuk mengkonsumsi atau bahkan mulai menanam dan memanfaatkan pohon nira.

AYO BACA : 10 Minuman Segarrr di Bandung Ini Paling Asyik 'Diuyup' di Siang Terik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar