Yamaha NMax

Industri 4.0 Tak Bisa Dicegah, Indonesia Perlu SDM Mumpuni

  Kamis, 15 November 2018   Andres Fatubun
Lokakarya dan National Student Competition 2018 “Industry 4.0” di Aula Timur ITB, Kamis (15/11/2018). (Andres/ayobandung)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Indonesia dengan keuntungan jumlah penduduk berpeluang maju sebagai negara terkemuka dalam menjalani era industri 4.0 yang sudah di depan mata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Digital Factory dan Process Industries & Drives PT Siemens Indonesia Pascal Dricot di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Kamis (15/11/2018) dalam Lokakarya dan National Student Competition 2018 “Industry 4.0”

"Industri 4.0 adalah sebuah perjalanan panjang, akan selalu berkembang, dan kita tidak bisa menunggu harus mulai dari sekarang," katanya.

AYO BACA : Hadapi Revolusi 4.0, Dadang Minta SDM Lebih Maju

Ia mengatakan, lebih lanjut alasan mengapa Indonesia siap menerapkan industri 4.0. Alasan pertama, Indonesia sudah memiliki kebijakan yang mendukung industri 4.0 lewat 10 langkah Making Indonesia 4.0. Alasan kedua, Indonesia akan menyambut bonus demografi yang akan terjadi pada 2030 dengan 70 persen penduduk Indonesia berada dalam usia produktif. Sedangkan yang ketiga, Indonesia memiliki sejumlah perusahaan yang sudah menerapkan teknologi industri 4.0.

Ia menggarisbawahi untuk menyambut era tersebut diperlukan tenaga kerja yang siap pakai dan fleksibel. Salah satu langkahnya adalah menggandeng perguruan tinggi untuk menciptakan SDM berkualitas. Hal tersebut bisa dilakukan dengan banyak cara seperti masukan untuk pembuatan kurikulum, pemberian bantuan peralatan untuk praktikum, atau mensponsori acara kemahasiswaan.

Senada dengan Pascal, Dekan Fakultas Teknologi Industri Prof Deddy Kurniadi mengatakan, ITB selalu berupaya menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan industri. Selain itu, penyempurnaan di bidang akademik dan praktik agar lulusan bisa adaptif dengan industri yang dinamis.

AYO BACA : Peran Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0

Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, ia mengatakan pihaknya sering menggelar kompetisi seperti yang dilakukan hari ini. 

"Kompetisi ini dapat menjadi ukuran mahasiswa dimana mereka berada dan akan berguna saat mereka memasuki dunia kerja," jelas Deddi.  

Ia menambahkan, selain di tingkat perguruan tinggi, peningkatan kemampuan anak bangsa untuk mendukung industri 4.0 dilakukan di tingkat sekolah.

"Lewat pendidikan yang menyenangkan mereka mengeksplorasi elemen-elemen industri 4.0," jelasnya.    

AYO BACA : Industri 4.0, Banyak PHK Pekerja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar